ANALITIKNEWS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka peluang serangan militer terhadap Gunung Pickaxe di Iran dengan mempertimbangkan penggunaan bom konvensional berdaya ledak besar, GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB). Meski demikian, Trump menegaskan bahwa dirinya tidak akan menggunakan senjata nuklir untuk menyerang Teheran.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan Newsmax pada Kamis (15/10), ketika ia ditanya mengenai laporan yang menyebut Washington mempertimbangkan serangan lanjutan terhadap Iran. Gunung Pickaxe menjadi sorotan karena diyakini Trump menyimpan komponen yang berkaitan dengan program nuklir Iran.
Trump Tegaskan Tak Akan Gunakan Bom Nuklir
Trump menepis kemungkinan penggunaan senjata nuklir dalam menghadapi Iran. Menurut dia, Amerika Serikat tidak perlu mengerahkan senjata pemusnah massal tersebut untuk melancarkan operasi militernya.
“Tidak, saya tidak akan menggunakan senjata nuklir. Kita tidak perlu melakukannya,” ucap Trump, seperti dikutip Anadolu Agency.
Dalam kesempatan yang sama, Trump menjelaskan bahwa MOAB berbeda dari bom nuklir. Senjata tersebut merupakan bom konvensional berukuran besar yang mengandalkan daya ledak untuk menghancurkan sasaran.
“Mother of All Bombs bukan bom nuklir. Ini hanyalah bom yang sangat besar,” ucapnya.
Bom MOAB Berpotensi Digunakan untuk Serang Iran
MOAB merupakan julukan bagi GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast, salah satu bom konvensional terbesar dalam persenjataan Amerika Serikat. Senjata ini dirancang untuk menghasilkan ledakan dahsyat dan menghancurkan objek di permukaan tanah dalam area yang luas.
Pembahasan mengenai kemungkinan pengerahan MOAB menambah perhatian terhadap opsi militer yang tengah dipertimbangkan Washington dalam menghadapi Iran. Namun, pernyataan Trump belum memastikan bahwa penggunaan bom tersebut telah mendapat keputusan akhir.
Gunung Pickaxe Masuk Pertimbangan Target
Trump juga kembali menyinggung kemungkinan serangan terhadap Gunung Pickaxe, lokasi yang menurut keyakinannya menyimpan komponen program nuklir Iran.
Seorang pejabat Amerika Serikat sebelumnya mengatakan kepada CNN bahwa kawasan tersebut termasuk salah satu target potensial MOAB apabila Trump memberikan lampu hijau.
Trump mengisyaratkan bahwa pemerintahannya masih mengevaluasi kemungkinan operasi di kawasan itu.
“Sekarang, kami sedang mempertimbangkan Gunung Pickaxe. Kami mungkin harus ke sana,” kata Trump.
Ia kemudian menegaskan keinginannya untuk menuntaskan persoalan tersebut dalam waktu singkat.
“Kami akan coba. Kami akan menyelesaikannya dengan cepat,” pungkasnya.
(*)
