ANALITIKNEWS.COM – Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Timur.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Lantai 3 Balai Kota pada Selasa (14/04/2026) pagi.
Dalam kesempatan itu, Saefuddin Zuhri menyatakan apresiasinya dan membuka pintu kerja sama bagi PMII Kalimantan Timur khususnya dalam penanganan persoalan lingkungan dan sampah di Kota Samarinda.
Pertemuan ini juga turut dihadiri oleh Ketua TWAP Syaparudin beserta jajaran, serta perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar).
Ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan elemen mahasiswa untuk mendukung pembangunan kota.
Dalam pertemuan ini, Ketua PMII Kalimantan Timur, Said Abdillah, menyampaikan bahwa tujuan utama kedatangan mereka adalah untuk menyambung tali silaturahmi sekaligus memaparkan rencana kegiatan Hari Lahir (Harlah) PMII ke-66 yang jatuh pada April ini.
Dalam peringatan tersebut, PMII mengusung tema “66 Tahun PMII Aksi Nyata untuk Indonesia” dengan fokus utama pada kegiatan lingkungan hidup, seperti penanaman pohon yang direncanakan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Gerakan ini dikemas dalam konsep “Tobat Ekologis” sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Selain itu, rangkaian kegiatan Harlah juga akan diisi dengan rapat koordinasi daerah (rakorda), ziarah, serta pelatihan instruktur bagi kader PMII.
Said Abdillah menegaskan bahwa PMII memiliki rasa syukur dan bangga untuk dapat berkolaborasi serta bersinergi langsung dengan Pemerintah Kota Samarinda.
“Kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui rangkaian kegiatan Harlah ke-66 ini. Fokus kami adalah aksi lingkungan yang sejalan dengan upaya menjaga kelestarian kota,” ungkapnya.
Pemkot Buka Pintu Kerja Sama
Menanggapi hal tersebut, Saefuddin Zuhri menyatakan apresiasinya dan membuka pintu kerja sama bagi organisasi mahasiswa tersebut, khususnya dalam penanganan persoalan lingkungan dan sampah di Kota Samarinda.
“Apa yang telah disampaikan oleh Ketua PMII diharapkan dapat bekerja sama dengan baik dengan pemerintah kota dalam mengimplementasikan program-program yang bermanfaat bagi publik. Termasuk bagaimana kita bersama-sama mengatasi persoalan sampah di kota ini,” ujar Saefuddin.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan sampah saat ini memiliki nilai ekonomis apabila dilakukan dengan baik, sehingga dapat menjadi peluang bagi kegiatan berbasis kerelawanan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), Syaparudin, menyampaikan bahwa PMII memiliki landasan nilai yang kuat, termasuk dalam menjaga hubungan dengan lingkungan (hablum minal alam).
Ia mendorong agar gerakan yang diinisiasi tidak hanya bersifat seremonial, tetapi berkelanjutan, seperti melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan menyusun program kerja yang konkret.
“Silakan disusun rencana atau proposal kegiatan yang serius. Pemerintah tentu akan memberikan dukungan, apalagi PMII merupakan kader intelektual yang memiliki gagasan dan rumusan yang berdampak bagi pembangunan,” jelasnya.
Sementara itu, anggota TWAP, Amir Husain, mengungkapkan bahwa produksi sampah di Kota Samarinda saat ini berkisar antara 400 hingga 600 ton per hari. Menurutnya, kapasitas pengolahan yang ada masih perlu dioptimalkan, termasuk melalui penguatan edukasi kepada masyarakat.
Menutup pertemuan, Wakil Wali Kota kembali menegaskan pentingnya implementasi nyata dari berbagai rencana yang telah disampaikan.
“Semua hal penting sudah dipaparkan. Sekarang bagaimana kita melaksanakan di lapangan,” tegasnya.
(*)










