ANALITIKNEWS.COM – Wakil Wakil Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri menghadiri kegiatan penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XV tingkat Kecamatan Loa Janan Ilir.
Kegiatan ini belangsung di Kelurahan Sengkotek pada Minggu (12/4/2026) malam.
Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat. Kehadiran berbagai elemen ini menegaskan bahwa MTQ bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan wadah kebersamaan dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
Dalam sambutannya, Saefuddin Zuhri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan. Ia menegaskan bahwa MTQ memiliki makna lebih dari sekadar lomba membaca Al-Qur’an.
“MTQ ini bukan hanya tentang membaca Al-Qur’an, tetapi bagaimana nilai-nilainya hidup di tengah keluarga dan masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, MTQ adalah sarana membina generasi Qur’ani sekaligus menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat Kebersamaan dan Gotong Royong
Saefuddin Zuhri juga menyoroti kuatnya semangat kebersamaan warga. Ia menilai keterbatasan yang ada tidak menghambat suksesnya kegiatan, justru memperkuat gotong royong.
Dukungan donatur dan masyarakat dianggap sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap pembangunan kehidupan keagamaan.
“Inilah esensi utama MTQ, yakni memahami dan mengamalkan Al-Qur’an,” terangnya.
Pesan untuk Para Peserta
Kepada para peserta, Wawali berpesan agar tidak berpuas diri bagi yang berprestasi, serta tetap semangat bagi yang belum berhasil.
“Terus belajar dan tingkatkan kemampuan. Jadikan ini motivasi untuk lebih baik,” pesannya.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Samarinda menyerahkan penghargaan kepada para juara umum. Langkah ini diharapkan mampu memacu semangat generasi muda dalam mendalami Al-Qur’an.
Laporan Camat Loa Janan Ilir
Sementara itu, Plt Camat Loa Janan Ilir, Aditya Koesprayogi, STP, melaporkan bahwa MTQ XV berjalan lancar meski di tengah keterbatasan anggaran. Kondisi tersebut justru memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Partisipasi warga sangat tinggi selama kurang lebih 12 hari pelaksanaan. Ini bukti kuatnya nilai kebersamaan,” ungkapnya.
Ia berharap semangat gotong royong dan kecintaan terhadap Al-Qur’an terus terjaga dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Loa Janan Ilir.
Makna dan Harapan ke Depan
Penutupan MTQ XV ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen spiritual dan sosial masyarakat. MTQ bukan hanya ajang kompetisi, melainkan sarana memperkuat identitas keagamaan, mempererat hubungan sosial, serta menanamkan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan dukungan pemerintah, tokoh agama, pelaku usaha, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya fasih membaca, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan nyata.
(*)










