ANALITIKNEWS.COM – Minimnya pembangunan infrastruktur di kawasan pinggiran kembali menjadi sorotan, terutama di Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran.
Warga setempat mengeluhkan tiga persoalan utama yang belum mendapatkan solusi konkret dari pemerintah.
Jalan Rusak Akibat Truk Kontainer
Jalan Gotong Royong menjadi salah satu ruas yang mengalami kerusakan parah akibat sering dilewati kendaraan berat seperti truk kontainer.
Meskipun ada upaya perbaikan, kerusakan terus terjadi karena belum ada solusi jangka panjang.
“Beberapa ruas jalan di sana rusak parah karena dilewati kendaraan berat. Meski sebagian sudah diperbaiki, masalah ini belum selesai,” ujar Jasno.
Sulitnya Akses Air Bersih
Banyak warga belum mendapatkan akses air bersih dari PDAM.
Persyaratan minimal 22 Kepala Keluarga (KK) belum terpenuhi di beberapa wilayah
Status domisili belum resmi meskipun warga telah lama menetap
“Kendalanya ada di domisili. Beberapa warga belum terdaftar sebagai penduduk Simpang Pasir,” jelas Jasno.
Minimnya Penerangan Jalan Umum (LPJU)
Wilayah seperti Jalan Gotong Royong dan Jalan Bojonegoro minim penerangan, meningkatkan risiko kecelakaan dan tindak kriminal.
Sebagai anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno menegaskan bahwa pihaknya akan memperjuangkan perbaikan infrastruktur di kawasan pinggiran.
“Hal-hal seperti ini tentu akan kami perjuangkan agar segera ditindaklanjuti,”tegasnya.
Dengan komitmen DPRD, diharapkan pembangunan infrastruktur di Kecamatan Palaran dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan, sehingga warga Simpang Pasir bisa mendapatkan fasilitas yang lebih layak. (adv)
