Kapal Korea Selatan Meledak di Selat Hormuz, Iran Bantah Terlibat

Bendera Iran
Bendera Iran

ANALITIKNEWS.COM  – Iran membantah keras tuduhan yang menyebut militernya terlibat dalam insiden ledakan kapal kargo Korea Selatan di Selat Hormuz.

Melalui pernyataan resmi yang dirilis Kedutaan Besar Iran di Seoul pada Kamis (7/5), Teheran menegaskan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran tidak memiliki hubungan apa pun dengan insiden yang menimpa kapal HMM Namu.

Pemerintah Iran menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar dan menilai sejumlah pihak berupaya menciptakan ketegangan baru di kawasan Teluk.

“(Iran) dengan tegas membantah dan secara kategoris menyangkal segala tuduhan mengenai keterlibatan angkatan bersenjata Republik Islam Iran dalam insiden yang menyebabkan kerusakan pada kapal Korea di Selat Hormuz,” demikian pernyataan resmi Kedubes Iran di Korsel seperti dikutip AFP.

Insiden itu sebelumnya memicu perhatian internasional setelah kapal berbendera Panama tersebut dilaporkan meledak dan terbakar saat melintas di Selat Hormuz pada Senin (4/5). Jalur laut tersebut selama ini menjadi salah satu rute perdagangan energi paling penting di dunia.

Iran Soroti Aturan Pelayaran di Selat Hormuz

Dalam pernyataan yang sama, Iran menekankan bahwa Selat Hormuz memiliki nilai strategis bagi sistem pertahanan nasional mereka.

Karena itu, Teheran meminta seluruh kapal yang melintas mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku di kawasan tersebut.

Kedubes Iran menyatakan pemerintahnya telah berulang kali mengingatkan pentingnya menjaga keamanan pelayaran dengan menaati regulasi yang berlaku di wilayah itu.

“Selat Hormuz merupakan bagian integral dari geografi pertahanan Iran. Oleh karena itu, pelayaran yang aman melalui Selat Hormuz memerlukan kepatuhan penuh terhadap peraturan yang berlaku,” demikian isi pernyataan tersebut.

Iran juga memperingatkan bahwa pelanggaran terhadap aturan pelayaran dapat memicu situasi berbahaya di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. Menurut Kedubes Iran, pihak yang tetap beroperasi tanpa memperhatikan ketentuan harus menanggung risiko yang muncul.

“Pengabaian terhadap aturan tersebut dapat menyebabkan insiden yang tidak diinginkan,” lanjut pernyataan itu.

“Tanggung jawab atas konsekuensi tersebut terletak pada pihak-pihak yang melanjutkan transit atau aktivitas di wilayah tersebut tanpa memperhatikan pertimbangan-pertimbangan ini,” tambah Kedubes Iran.

Trump Tuduh Iran Jadi Dalang Serangan

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menuding Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal HMM Namu. Trump menyampaikan tuduhan itu melalui akun media sosial Truth Social pada Senin (4/5).

Menurut Trump, Iran melepaskan tembakan ke arah kapal saat militer AS menjalankan “Project Freedom”, sebuah operasi pengawalan kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz akibat blokade Iran.

“Iran telah melepaskan beberapa peluru terhadap negara-negara yang tidak terkait dengan pergerakan kapal, Project Freedom, termasuk sebuah kapal kargo Korea Selatan,” tulis Trump.

Trump juga menyebut bahwa hingga kini kapal Korea Selatan menjadi satu-satunya kapal yang mengalami kerusakan serius di kawasan tersebut.

“Selain kapal Korea Selatan, saat ini belum ada kerusakan yang terjadi di selat tersebut,” lanjut Trump.

(*)

Exit mobile version