Dua Agenda Besar Dispora Kaltim: Pekan Olahraga Paralimpik dan Festival Olahraga Tradisiona

POTRET - Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) Kalimantan Timur (Kaltim) di Balikpapan di Tahun 2023 lalu (Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS-COM – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) telah menyiapkan dua agenda besar yang akan digelar dalam waktu dekat. Kedua acara ini bertujuan untuk memberi ruang dan apresiasi terhadap berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan disabilitas dan pelestarian olahraga tradisional.

Agenda pertama adalah Pekan Olahraga Paralimpik Pelajar, sebuah ajang yang dikhususkan bagi para pelajar penyandang disabilitas. Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, Bagus Sugiarta, mengungkapkan bahwa acara ini direncanakan berlangsung pada minggu kedua bulan Desember 2024, dan akan diselenggarakan di Stadion Tenggarong, Kutai Kartanegara.

banner 325x300

“Pekan Olahraga Paralimpik Pelajar ini menjadi wadah bagi para pelajar disabilitas untuk menunjukkan kemampuan mereka. Kami berharap acara ini dapat memotivasi lebih banyak anak muda untuk aktif berolahraga tanpa ada batasan,” ujar Bagus.

Festival Olahraga Tradisional sebagai Upaya Pelestarian Budaya

Selain itu, Dispora Kaltim juga akan menyelenggarakan Festival Olahraga Tradisional sebagai upaya untuk memperkenalkan dan melestarikan olahraga tradisional yang kian terlupakan. Festival ini akan menghadirkan berbagai cabang olahraga tradisional, seperti panahan, sepeda ontel, dan lempar pisau.

Meskipun Bagus Sugiarta belum membeberkan lokasi dan tanggal pasti penyelenggaraannya, ia memastikan bahwa festival ini akan berlangsung pada bulan Desember mendatang. “Festival ini akan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal dan merayakan kekayaan olahraga tradisional yang ada di Kaltim,” katanya.

Menjadi Sarana Inklusi dan Pelestarian

Bagus menambahkan bahwa kedua agenda ini tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan bakat dan minat olahraga di kalangan masyarakat, tetapi juga sebagai sarana inklusi sosial. Bagi kalangan disabilitas, Pekan Olahraga Paralimpik diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi mereka untuk berkompetisi secara sehat, sedangkan festival olahraga tradisional diharapkan bisa meningkatkan kecintaan terhadap budaya lokal.

“Melalui kedua acara ini, kami ingin menunjukkan bahwa olahraga adalah hak semua orang, tanpa terkecuali. Kami berharap masyarakat Kaltim dapat lebih bersemangat berpartisipasi dalam kegiatan olahraga yang tidak hanya modern, tetapi juga yang melibatkan warisan budaya kita,” pungkas Bagus.

Dengan dua agenda besar ini, Dispora Kaltim berharap bisa semakin mempererat ikatan sosial di masyarakat melalui olahraga, serta memperkenalkan Kaltim sebagai daerah yang peduli terhadap semua kalangan dan budaya.

(adv/disporakaltim)

banner 325x300