Dispora Kaltim Fokus Pada Regenerasi Atlet Olahraga Tradisional di Kalangan Anak Muda

atlet pra popnas bultang . (Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dominasi permainan digital, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kini memfokuskan perhatian pada pengembangan minat olahraga tradisional di kalangan anak-anak usia dini, khususnya pelajar tingkat SD dan SMP.

Langkah ini diambil untuk melestarikan olahraga tradisional yang mulai terpinggirkan oleh ketergantungan pada gadget dan permainan digital.

banner 325x300

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, AA Bagus Saputra Sugiarta, mengungkapkan bahwa pentingnya mengenalkan olahraga tradisional sejak dini menjadi salah satu strategi utama dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal dan kesehatan fisik generasi muda.

“Kami sadar bahwa anak-anak sekarang lebih tertarik pada game digital. Karena itu, kami berupaya mengenalkan mereka pada olahraga tradisional melalui cara yang kreatif, seperti sosialisasi di sekolah dan festival olahraga yang sesuai minat mereka,” jelas Bagus.

Salah satu upaya Dispora Kaltim dalam mengenalkan olahraga tradisional adalah dengan mengadakan road show ke sekolah-sekolah dan komunitas untuk memperkenalkan beragam permainan tradisional, seperti sepeda ontel, BMX, dan permainan tradisional lainnya.

Tujuannya adalah menarik perhatian anak-anak untuk mencoba olahraga yang kaya akan nilai budaya tersebut.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya bermain game, tetapi juga mengenal dan menikmati keseruan olahraga tradisional,” tambah Bagus.

Sebagai langkah konkret, Dispora Kaltim juga berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan di tingkat kabupaten dan kota untuk mendukung pengadaan fasilitas dan kegiatan olahraga tradisional di sekolah-sekolah. Salah satu solusinya adalah memasukkan olahraga tradisional ke dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

“Kami sedang mencari pola yang tepat agar olahraga tradisional bisa menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler dari SD hingga SMP. Kami berharap ini bisa menjadi bagian dari keseharian mereka,” ungkap Bagus.

Meskipun olahraga prestasi lebih populer di kalangan pelajar, Dispora Kaltim tetap optimis bahwa olahraga tradisional bisa menarik minat generasi muda.

Bagus menjelaskan bahwa pihaknya berencana mengadakan berbagai acara di lokasi strategis, seperti Gelora Kadrie Oening, yang juga terbuka untuk komunitas olahraga tradisional.

“Kami ingin menunjukkan bahwa olahraga tradisional bukan hanya tentang budaya, tetapi juga cara yang menyenangkan untuk berinteraksi dan berolahraga,” tambahnya.

Dispora Kaltim berharap inisiatif ini dapat meningkatkan apresiasi masyarakat, terutama generasi muda, terhadap olahraga tradisional. Selain sebagai sarana pelestarian budaya lokal, olahraga tradisional diharapkan dapat meningkatkan kesehatan, kreativitas, serta interaksi sosial di kalangan siswa.

“Kami ingin anak-anak tahu bahwa selain gadget, mereka memiliki banyak kesempatan untuk mengeksplorasi olahraga tradisional yang menyenangkan, sehat, dan penuh manfaat,” tutup Bagus.

Dengan program-program inovatif ini, Dispora Kaltim optimis olahraga tradisional akan kembali mendapatkan tempat di hati generasi muda, sekaligus memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik dan sosial mereka.

(Adv/disporakaltim) 

banner 325x300