Dispora Kaltim Dorong Peningkatan Pengelolaan GOR Kadrie Oening 

rumput di lapangan GOR Kadrie Oening (Ist)
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM –  GOR Kadrie Oening di Samarinda, yang telah lama menjadi pusat kegiatan olahraga di Kalimantan Timur, kini menghadapi tantangan baru terkait penggunaan fasilitasnya untuk acara non-olahraga.

Sejak berakhirnya pandemi COVID-19, GOR Kadrie Oening semakin sering dipakai untuk berbagai acara besar, baik yang bersifat komersial maupun non-olahraga. Meskipun memberikan dampak positif dari segi pemanfaatan, hal ini menimbulkan risiko terhadap kondisi fisik fasilitas, terutama lapangan sepak bola.

banner 325x300

Junaidi, Kepala UPTD PPO GOR Kadrie Oening Samarinda, mengungkapkan bahwa meskipun acara-acara besar berhasil digelar dengan sukses, penggunaan fasilitas yang tidak sesuai dengan peruntukannya berpotensi merusak kondisi lapangan sepak bola.

“Kami menghadapi masalah dengan kerusakan lapangan akibat penggunaan untuk acara-acara yang tidak terkait olahraga. Terutama pada lapangan sepak bola, yang harus dijaga kualitasnya agar tetap memenuhi standar untuk kompetisi,” katanya, Selasa (26/11/2024).

Menurutnya, penggunaan lapangan sepak bola untuk kegiatan besar yang melibatkan kerumunan orang, seperti upacara atau konser, meningkatkan risiko kerusakan, terutama pada bibit rumput yang menjadi bagian penting dari pemeliharaan lapangan.

“Sepatu yang digunakan oleh orang yang tidak berpengalaman dapat membawa bibit rumput yang bisa merusak lapangan. Bahkan, sepatu yang kotor bisa mengubah kualitas rumput di lapangan,” tambah Junaidi.

Untuk itu, Junaidi menyarankan agar Pemerintah Provinsi Kaltim mempertimbangkan untuk membangun venue khusus bagi acara-acara yang melibatkan banyak orang.

“Pemerintah perlu menyiapkan tempat yang lebih cocok untuk upacara atau acara massal, agar GOR Kadrie Oening tetap terjaga untuk kegiatan olahraga,” jelasnya.

Hal serupa sudah diterapkan di stadion-stadion besar di luar negeri, seperti di Stadion Manahan Surakarta, yang memiliki aturan ketat tentang siapa yang bisa menginjak lapangan sepak bola.

“Di luar negeri, lapangan sepak bola tidak pernah digunakan untuk upacara. Mereka memiliki aturan ketat agar lapangan tetap terjaga kualitasnya,” tutup Junaidi.

Ke depan, Dispora Kaltim diharapkan dapat lebih bijaksana dalam pengelolaan GOR Kadrie Oening agar tidak mengorbankan kualitas fasilitas olahraga demi keuntungan sesaat.

(Adv/disporakaltim) 

banner 325x300