Di Tengah Stabilitas Global, Pemerintah Tetap Lanjutkan Impor Minyak dari Rusia

Impor minyak dari Rusia tetap berlanjut
Impor minyak dari Rusia tetap berlanjut
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa rencana impor minyak dari Rusia tetap berlanjut sebagai bagian dari strategi penguatan ketahanan energi nasional.

Pemerintah menegaskan kebijakan tersebut tidak terpengaruh oleh perkembangan situasi geopolitik global, termasuk meredanya ketegangan di kawasan Selat Hormuz.

banner 325x300

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyampaikan bahwa pemerintah tetap memprioritaskan penguatan cadangan minyak dalam negeri melalui berbagai sumber impor. Ia menegaskan bahwa pemerintah menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pengadaan energi dari berbagai negara mitra.

Pemerintah Percepat Kebijakan Ketahanan Energi

Dwi Anggia menjelaskan bahwa pemerintah mengarahkan percepatan pengadaan BBM melalui kebijakan nasional yang melibatkan BUMN energi serta lembaga teknis seperti Lemigas. Pemerintah menilai langkah ini penting untuk memastikan pasokan energi tetap stabil di tengah fluktuasi pasar global.

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut telah dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2026, yang memberikan dasar hukum bagi pelaksanaan impor minyak sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional.

Impor Rusia Tetap Jadi Prioritas Strategis

Pemerintah menempatkan Rusia sebagai salah satu mitra penting dalam strategi diversifikasi impor minyak. ESDM menyebut bahwa proses kerja sama dengan Rusia tetap berjalan sesuai rencana dan tidak mengalami perubahan meskipun kondisi global mulai menunjukkan perbaikan.

Dwi Anggia menyampaikan penegasan tersebut dalam keterangannya di Jakarta.

“Arahan Presiden jelas untuk memperkuat cadangan minyak kita, salah satunya dengan impor dari Rusia. Ini masih akan tetap berjalan dan tetap berproses,” ujar Anggia di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026).

Diversifikasi Pasokan dari Afrika dan Amerika

Selain Rusia, pemerintah juga memperluas sumber impor minyak dari berbagai kawasan lain. ESDM menyebut Indonesia aktif menjalin kerja sama dengan negara-negara produsen minyak di Afrika dan Amerika untuk mengurangi ketergantungan pada satu wilayah tertentu.

Pemerintah menyebut beberapa negara tujuan impor tambahan, seperti Nigeria dan Angola, serta beberapa pemasok dari kawasan Amerika. Strategi ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko gangguan pasokan global yang pernah dipicu konflik di kawasan Timur Tengah.

Strategi Jangka Panjang Stabilkan Pasokan Energi

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan diversifikasi impor tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas energi nasional. ESDM menilai ketahanan energi harus dibangun melalui kerja sama internasional yang lebih luas dan tidak bergantung pada satu kawasan.

Dwi Anggia kembali menekankan bahwa pemerintah terus memperkuat jalur kerja sama energi lintas negara untuk memastikan kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi secara berkelanjutan. Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga energi di tengah dinamika global yang masih tidak menentu.

(*)

1.127 Tayangan
banner 325x300