Penikaman Sesama Tahanan Terjadi di Lapas Tarakan, Polisi Selidiki Motif Pelaku

Ilustrasi kasus penikaman yang dilakukan sesama tahanan (HO)
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Kasus penikaman yang dilakukan sesama tahanan terjadi di Lapas Kelas IIA Tarakan pada Rabu (24/9/2025) sore.

Seorang narapidana bernama AT (27) meregang nyawa setelah ditikam oleh rekannya sesama napi, AB (25), tepat di dalam blok hunian.

banner 325x300

Sebagaiaman dijelaskan Kasubsi Registrasi Lapas Tarakan, Praditya Panji Utama mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.30 Wita, menjelang penguncian sel.

AT diketahui mendatangi kamar AB, dan di situlah penganiayaan terjadi.

“Lokasinya di dalam kamar pelaku, ukurannya kecil hanya sekitar dua kali dua meter. Korban langsung mengalami luka tusuk di dada kiri,” ungkap Praditya, Jumat (26/9/2025).

Usai kejadian, petugas dan warga binaan lain segera melaporkan peristiwa tersebut. AT sempat dibawa ke RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan dalam kondisi masih bernapas. Namun, satu jam setelah perawatan intensif, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Pihak lapas langsung menyerahkan penanganan kasus ini kepada Polres Tarakan. Empat saksi, terdiri dari satu petugas jaga dan tiga napi langsung dimintai keterangan untuk mengungkap motif penikaman.

“Seluruh proses pemeriksaan sudah ditangani kepolisian. Kami menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” kata Praditya.

Baik korban maupun pelaku sama-sama terjerat kasus narkoba. AT merupakan warga Kelurahan Amal dengan vonis 18 tahun penjara dan baru menjalani empat tahun masa hukuman. Sementara AB, warga Kelurahan Lingkas, divonis tujuh tahun.

Dari hasil pemeriksaan, AB diduga menggunakan pisau rakitan yang disimpan di kamarnya. Pihak lapas mengakui, dalam razia rutin, temuan benda tajam memang kerap terjadi.

“Setiap penggeledahan selalu ada temuan senjata tajam. Itu yang menjadi tantangan kami di lapas,” jelas Praditya.

Mengenai motif, pihak lapas belum berani berspekulasi. Ada dugaan permasalahan utang piutang terkait narkotika menjadi pemicu, namun kepastian masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

(tim redaksi)

banner 325x300