DPRD Samarinda Dorong Sejumlah Langkah Atasi Antrean BBM Subsidi

Antrean panjang BBM bersubsidi
Antrean panjang BBM bersubsidi

ANALITIKNEWS.COM – DPRD Kota Samarinda mendorong sejumlah langkah untuk mengatasi antrean panjang BBM bersubsidi yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur, khususnya Samarinda.

Upaya tersebut meliputi penambahan kuota BBM, peningkatan pengawasan distribusi di SPBU, hingga penambahan jam operasional.

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan persoalan antrean BBM bersubsidi tidak cukup diselesaikan hanya dengan menambah pasokan.

Menurutnya, diperlukan langkah terpadu agar ketersediaan BBM dapat sebanding dengan kebutuhan masyarakat dan distribusinya tetap tepat sasaran.

Kuota BBM Perlu Disesuaikan

Deni mengatakan salah satu persoalan yang perlu segera dibahas adalah adanya ketidaksesuaian antara kuota BBM yang diajukan pemerintah daerah dengan kuota yang ditetapkan pemerintah pusat.

Menurutnya, pemerintah provinsi telah mengajukan kebutuhan BBM berdasarkan kondisi kendaraan dan kebutuhan masyarakat di daerah. Namun, kuota yang disetujui disebut belum memenuhi usulan tersebut.

“Usulan kuota BBM dari pemerintah provinsi sebenarnya sudah disusun berdasarkan kebutuhan di daerah. Tetapi, jumlah yang disetujui pemerintah pusat belum sesuai dengan pengajuan. Misalnya, ketika daerah mengusulkan sekitar 1 juta KL, yang diberikan hanya sekitar 500 ribu KL,” kata Deni.

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi membuat ketersediaan BBM tidak sebanding dengan kebutuhan kendaraan yang ada di kabupaten dan kota se-Kaltim.

Pengawasan Distribusi Diperketat

Selain penambahan kuota, Deni menekankan pentingnya pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi. Pengawasan dinilai diperlukan untuk memastikan BBM subsidi tepat sasaran sekaligus mencegah praktik pengisian berulang atau pengetapan.

“Penambahan kuota harus disertai pengawasan di setiap SPBU. Tim satgas bisa dilibatkan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran sekaligus mencegah adanya pengetapan atau pengisian berulang,” ujarnya.

Jam Operasional SPBU Ditambah

Deni juga mengusulkan penambahan jam operasional SPBU sebagai langkah lain untuk mengurangi antrean. Menurutnya, ketiga langkah tersebut dapat dijalankan secara bersamaan.

“Jadi, bukan hanya kuotanya yang ditambah. Pengawasan juga harus diperkuat dan jam operasional SPBU diperpanjang. Kalau tiga langkah ini berjalan bersamaan, insyaallah antrean panjang bisa dikurangi,” pungkasnya.

(adv)