ANALITIKNEWS.COM – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Samarinda menjadi perhatian bersama.
Di tengah kondisi kemarau dan potensi kekeringan yang masih berlangsung, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha menjadi salah satu kekuatan penting untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda kini mendorong perusahaan yang beroperasi di Kota Tepian agar mengambil peran lebih besar melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Samarinda bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), Perumda Tirta Kencana, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Selasa (15/9/2026).
RDP yang berlangsung di Ruang Rapat Utama DPRD Samarinda itu tidak hanya membahas persoalan kekeringan dan suplai air bersih, tetapi juga mencari langkah konkret untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi Karhutla.
CSR Perusahaan Dapat Perkuat Kebutuhan Tim di Lapangan
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menilai dukungan perusahaan melalui CSR dapat membantu pemerintah memperkuat berbagai kebutuhan operasional dalam penanganan Karhutla.
“Kami berencana memanggil perusahaan-perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan program CSR agar dapat memberikan dukungan terhadap penanganan Karhutla,” kata Deni.
Menurut Deni, keterlibatan perusahaan bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi bagian dari semangat membangun Samarinda secara bersama-sama. Perusahaan yang tumbuh dan menjalankan aktivitas usaha di Kota Tepian diharapkan ikut hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan lingkungan.
Kolaborasi Jadi Modal Hadapi Kemarau Panjang
Deni menyebut sejumlah perusahaan telah memberikan bantuan. Namun, masih ada perusahaan lain yang tengah mempersiapkan dukungannya.
“Sejauh ini memang ada perusahaan yang sudah memberikan bantuan, sementara beberapa lainnya masih dalam tahap persiapan,” ujarnya.
DPRD Samarinda melihat momentum tersebut sebagai peluang untuk memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan. Terlebih, prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga Desember mendatang.
Pemerintah juga terus mengoptimalkan berbagai upaya, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan water bombing. Langkah tersebut diharapkan mampu membantu mengatasi kondisi kemarau sekaligus menekan risiko Karhutla.
“Kami berharap berbagai upaya yang dilakukan, termasuk OMC dan water bombing, dapat membantu menghadirkan hujan di Kota Samarinda dalam waktu dekat,” pungkasnya.
(adv)
