Daerah  

Wali Kota Andi Harun Tinjau Langsung Lokasi Longsor di Gunung Lingai

Wali Kota Samarinda, Andi Harun turun langsung tinjau lokasi longsor yang sebabkan empat orang meninggal dunia

ANALITIKNEWS.COM – Komitmen Wali Kota Samarinda Andi Harun terhadap keselamatan dan kesejahteraan warganya kembali terlihat jelas saat beliau meninjau langsung lokasi longsor di Jalan Gunung Lingai, Gang Bina Baru, Kecamatan Sungai Pinang.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Senin, 12 Mei 2025 dan menyebabkan empat warga meninggal dunia.

Turun langsung ke lapangan, Andi Harun menunjukkan empati dan kepedulian yang mendalam terhadap keluarga korban. Kehadirannya di tengah proses evakuasi menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kota Samarinda tidak tinggal diam dalam menghadapi musibah.

Saat melakukan tinjauan, Andi Harun menyampaikan duka mendalam serta apresiasi terhadap kerja tim gabungan yang tanpa lelah melakukan pencarian.

“Semua korban telah ditemukan. Korban terakhir bahkan masih dalam posisi seperti tidur, memeluk guling. Ini sangat menyayat hati,” ujar Andi Harun di lokasi pada Selasa (13/5/2025).

Andi Harun mengatakan bahwa Longsor terjadi di wilayah yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai zona rawan bencana meski telah dipasangi patok peringatan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) warga tetap membangun pemukiman karena alasan kepemilikan tanah.

“Kami sudah lama memperingatkan agar lokasi ini tidak dijadikan tempat tinggal. Tapi karena ini hak milik, kami tidak bisa melarang padahal dulunya penuh pohon aren setelah ditebang untuk pemukiman, akhirnya terjadi yang tidak kita harapkan,” tegasnya.

Ia juga memperingatkan soal potensi Longsor susulan Air masih terlihat mengalir dari sela-sela tanah menunjukkan tekanan tanah yang belum stabil. Oleh karena itu, lima kepala keluarga yang masih tinggal di area rawan Longsor sementara diminta mengungsi.

“Kami minta mereka menyewa tempat tinggal di luar lokasi ini. Pemerintah akan membantu biaya sewa selama enam bulan ke depan,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa keluarga korban yang selamat terutama ayah dan anak dari keluarga yang kehilangan empat anggota akan terus didampingi secara psikologis dan sosial.

“Ini kehilangan yang sangat berat. Kami harap warga sekitar turut membangun solidaritas, memberikan dukungan moral bagi mereka,” pungkasnya.

(*)

1.028 Tayangan
Exit mobile version