ANALITIKNEWS.COM – Ancaman baru datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait situasi di Selat Hormuz.
Di tengah berlangsungnya negosiasi dengan Iran, Trump menegaskan Washington siap melancarkan serangan militer besar-besaran apabila jalur pelayaran strategis tersebut tidak segera dibuka kembali.
Trump menyampaikan pernyataan itu saat berbicara kepada Fox News dalam kunjungannya ke California.
Meski mengakui proses perundingan dengan Iran berjalan positif, ia menegaskan pemerintahannya tidak akan ragu mengambil tindakan militer jika upaya diplomasi gagal membuahkan hasil.
“Kami sedang melakukan pembicaraan yang sangat baik,” kata Trump kepada media Fox News selama kunjungannya ke California. Dia menegaskan bahwa Iran sangat ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik selama berbulan-bulan.
Menurut Trump, pembukaan Selat Hormuz akan segera terwujud melalui kesepakatan. Namun, ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat memiliki opsi lain apabila Iran tidak memenuhi tuntutan tersebut.
“Selat akan segera dibuka, atau mereka akan dihantam sangat keras dan kemudian Selat akan dibuka,” kata Trump, seperti dilansir AFP, Rabu (5/8/2026).
Trump bahkan menyebut Washington telah menyiapkan operasi militer berskala besar jika situasi terus memburuk.
“Kami akan [melakukan] serangan besar-besaran, yang terbesar sejak Perang Dunia II,” tambahnya.
Selain melontarkan ancaman, Trump juga mengklaim Iran mulai menunjukkan sikap yang lebih terbuka dalam proses perundingan. Ia mengatakan pejabat Iran menghubunginya untuk meminta dialog guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
“Lalu mereka menelepon saya dan berkata dengan sangat sopan, ‘Tolong, bisakah kita bicara? Bisakah kita bicara?'”
“Dan saya berkata, ‘Ya, kita bisa bicara. Mari kita selesaikan, akhirnya. Mari kita selesaikan,” cetus Trump.
AS Optimistis Kesepakatan Segera Tercapai
Sementara itu, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent juga menyampaikan optimisme terhadap jalannya negosiasi. Ia mengatakan pemerintah AS berpeluang mencapai kesepakatan dengan Iran dalam waktu dekat untuk membuka kembali Selat Hormuz.
“Kami sedang bernegosiasi dengan Iran, dan saya pikir ada kemungkinan kami dapat mencapai kesepakatan hari ini atau besok untuk membuka selat dan bergerak menuju posisi yang lebih normal dalam konflik ini,” kata Bessent dalam wawancara dengan CNBC pada Selasa (4/8).
Bessent menilai pembukaan Selat Hormuz akan membantu memulihkan arus pelayaran internasional yang sempat terganggu. Menurutnya, ratusan kapal masih menunggu untuk melintasi jalur tersebut.
“Meskipun situasinya masih agak genting dalam beberapa hari terakhir, kami telah melihat cukup banyak kapal yang berlayar bahkan sekarang,” kata Bessent.
Ia juga memperkirakan kondisi tersebut akan berdampak positif terhadap pasar energi dunia.
“Jadi, saya memperkirakan harga energi akan kembali stabil, yang, seperti yang saya katakan, akan baik untuk seluruh dunia,” imbuhnya.
(*)
