ANALITIKNEWS.COM – Aktivitas masyarakat di Kota Samarinda tidak berhenti ketika matahari terbenam. Mobilitas warga, kegiatan ekonomi, hingga aktivitas di ruang publik terus berlangsung hingga malam hari. Kondisi tersebut membuat keberadaan penerangan jalan menjadi bagian penting dalam mendukung kenyamanan dan keamanan kawasan perkotaan.
Kebutuhan itu menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda dalam pembahasan arah pembangunan daerah 2027. Melalui dorongan terhadap Program Samarinda Terang, legislatif berharap peningkatan kualitas penerangan jalan dapat diwujudkan secara bertahap dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menilai penerangan jalan tidak semata berkaitan dengan keberadaan lampu di sepanjang ruas jalan. Lebih dari itu, kualitas layanan penerangan berkaitan dengan bagaimana fasilitas publik mampu menunjang aktivitas warga.
“Harapan kami, Program Samarinda Terang dapat benar-benar diwujudkan dan menjadi bagian dari agenda pembangunan Kota Samarinda tahun 2027,” kata Deni.
Pelayanan Publik yang Bersentuhan Langsung dengan Warga
Penerangan jalan merupakan salah satu fasilitas dasar yang keberadaannya dapat dirasakan langsung masyarakat. Jalan yang memiliki pencahayaan memadai dapat memberikan rasa lebih nyaman bagi warga yang melakukan perjalanan maupun menjalankan aktivitas pada malam hari.
Karena itu, DPRD Samarinda mendorong agar peningkatan penerangan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur baru. Pemeliharaan dan optimalisasi fasilitas yang telah tersedia juga dinilai perlu menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah.
Deni juga mengaitkan peningkatan layanan tersebut dengan kontribusi masyarakat melalui Pajak Penerangan Jalan (PPJ). Menurutnya, penerimaan daerah dari sektor tersebut perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Dorongan kami kepada pemerintah bukan sekadar fokus pada penerimaan pajak, melainkan juga memastikan pelayanan penerangan bagi masyarakat terus ditingkatkan,” ucapnya.
Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa Program Samarinda Terang diarahkan bukan sekadar sebagai proyek penambahan fasilitas, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di tengah perkembangan aktivitas perkotaan.
Tiga Kawasan Jadi Perhatian Awal
Dalam pembahasan sebelumnya, perhatian terhadap penerangan kawasan perkotaan telah mengarah pada sejumlah ruas yang dinilai memiliki peran strategis dalam aktivitas masyarakat.
Tiga kawasan yang disebut menjadi perhatian awal adalah Sutomo, Pahlawan, dan S. Parman. Ketiganya berada di kawasan tengah Kota Samarinda dan menjadi bagian dari wilayah dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.
“Untuk kawasan tengah kota, yang sebelumnya menjadi perhatian adalah Sutomo, Pahlawan, dan S. Parman,” ungkap Deni.
Penguatan penerangan di kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal dalam memperluas kualitas layanan penerangan di Kota Samarinda.
(ADV)
