ANALITIKNEWS.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mulai memperluas cakupan pemeriksaan kesehatan terhadap para pelajar di kota tersebut.
Jika sebelumnya program penjaringan kesehatan hanya terfokus pada pemberian imunisasi, kini Dinkes menambahkan pemeriksaan gula darah serta kesehatan gigi sebagai bagian dari layanan terpadu yang menyasar siswa tingkat SMP dan SMA.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan bahwa perluasan cakupan ini merupakan upaya strategis untuk mendeteksi secara dini penyakit tidak menular di kalangan anak usia sekolah, khususnya yang berisiko namun kerap luput dari perhatian.
“Dulu kegiatan penjaringan anak sekolah hanya fokus pada imunisasi. Sekarang, kegiatan tersebut disatukan dengan pemeriksaan kesehatan, termasuk cek gula darah dan kesehatan gigi. Jadi, petugas Dinkes yang proaktif datang langsung ke sekolah-sekolah,” ungkap Ismed saat ditemui di kantornya pada Jumat (11/10).
Dari hasil pemeriksaan tahun ini, karies gigi tercatat masih menjadi masalah utama di kalangan pelajar.
“Hasil pemeriksaan yang paling tinggi itu karies gigi dan ini merata hampir di semua sekolah. Bukan hanya di Samarinda, tapi di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Meski begitu, kondisi kesehatan anak-anak di Samarinda secara umum masih tergolong baik. Ismed menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor, terutama melalui program Pro Bebaya yang mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan kesehatan lingkungan.
“Dalam dua-tiga tahun terakhir, kondisi kesehatan masyarakat sangat terbantu dengan adanya kolaborasi lintas kegiatan, terutama lewat program Pro Bebaya,” katanya.
Sinergi antarinstansi juga terbukti efektif menekan angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Samarinda. Meski sempat meningkat, tidak terjadi kejadian luar biasa (KLB).
“Kesehatan itu tidak bisa berdiri sendiri semua harus bergerak dari hulu ke hilir. Saat semua sektor berjalan bersama, hasilnya akan terlihat, sama seperti saat kita hadapi Covid-19,” pungkasnya.
(*)







