Daerah  

Rendi Solihin Pastikan Kesiapan Hydrant Kering di Kawasan Padat Penduduk

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, meninjau langsung kesiapan sistem hydrant kering
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, meninjau langsung kesiapan sistem hydrant kering
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berkomitmen menghadirkan solusi nyata bagi keselamatan warga.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, meninjau langsung kesiapan sistem hydrant kering di kawasan padat penduduk Jalan Maduningrat, Tenggarong pada Rabu (7/1/2026).

banner 325x300

Rendi memastikan sistem inovatif ini siap gunakan sebagai alternatif pemadam kebakaran di wilayah yang sulit mobil pemadam jangkau

Hydrant kering memanfaatkan sumber air alami dari Sungai Tenggarong melalui pompa di Jalan Kartini, kemudian disalurkan ke titik hydrant di Jalan Maduningrat dekat Tangga Arung Square. Sistem ini diuji langsung dengan simulasi debit air, dan terbukti bekerja optimal.

Berbeda dengan hydrant konvensional yang menggunakan tekanan air PDAM, hydrant kering tidak menimbulkan risiko kerusakan jaringan pipa rumah warga.

“Sebelumnya, hydrant di beberapa titik masih menggunakan tekanan air dari PDAM, yang berpotensi merusak jaringan perpipaan di rumah-rumah warga. Inovasi dari Kadisdamkarmatan ini yang pertama di Kukar, dan telah digunakan di kota-kota besar Indonesia,” kata Rendi.

Permudah Panaganan Kebakaran

Ia memastikan bahwa hydrant kering akan mempermudah penanganan kebakaran di jantung ibukota Kutai Kartanegara.

Menurutnya, akses jalan di kawasan kampung padat penduduk sering kali sempit dan tidak semua kendaraan pemadam bisa masuk.

Kondisi ini membuat penanganan kebakaran menjadi sulit. Dengan adanya hydrant kering, petugas dapat langsung memanfaatkan sumber air terdekat tanpa harus bergantung pada mobil pemadam.

Rendi juga menyoroti kondisi kampung kumuh di Kukar yang jumlahnya lebih dari 30 titik.

Rendi memastikan bahwa Kukar secara bertahap juga akan menggunakannya tersebar di 20 kecamatan khususnya wilayah padat penduduk.

Mengingat di wilayah kampung padat penduduk, akses jalan sering kali sempit dan tidak semua kendaraan bisa masuk. Sehingga saat terjadi kebakaran atau musibah lainnya, penanganannya menjadi sulit.

“Kami memiliki banyak kampung yang masuk kategori kumuh. Secara spesifik, jumlah titik kampung kumuh di Kukar lebih dari 30 titik. Dalam satu desa, bisa terdapat satu atau dua titik kampung, bahkan ada desa yang tidak memilikinya sama sekali. Wilayah-wilayah inilah yang menjadi perhatian karena rawan jika terjadi musibah,” ujarnya..

Saat ini, Pemkab Kukar sudah memiliki empat unit mesin hydrant kering. Namun, kendala utama terletak pada biaya pipanisasi yang cukup mahal.

Rendi menegaskan bahwa pemerintah akan mengupayakan pembangunan jaringan pipa secara bertahap, dengan prioritas wilayah perkotaan terlebih dahulu. “Insya Allah semua kecamatan di Kukar akan menerapkan hidran kering juga secara bertahap,” pungkasnya.

Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkab Kukar dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk dan kampung kumuh. Dengan sistem hydrant kering, pemerintah berharap penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan aman tanpa merusak fasilitas warga.

(*)

1.016 Tayangan
banner 325x300