Peringatan HKI Sedunia, Wakil Wali Kota Samarinda Ingatkan UMKM Didaftarkan Hak Cipta

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri hadiri Peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia yang digelar di Teras Samarinda

ANALITIKNEWS.COM – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri hadiri Peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia yang digelar di Teras Samarinda, Jalan Gajah Mada, Sabtu (9/4/2025).

Dalam sambutannya, Saefuddin Zuhri mengungkapkan bahwa Samarinda memiliki sejarah panjang sebagai “pusat emas hijau,” yang dikenal karena kekayaan alam dan budaya yang melimpah.

“Kekayaan alam dan budaya kita ini adalah harta karun. Namun, tanpa perlindungan HKI, kita membiarkan harta itu dirampas begitu saja,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, tengah pesatnya perkembangan dunia digital, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM di Samarinda.

Pemerintah kota berkomitmen untuk memperkuat sektor ini dengan memberi pendampingan termasuk dalam urusan pendaftaran merek dan hak cipta.

“Tanpa pemahaman HKI, pelaku usaha kita bisa kalah sebelum bertanding. Ide, merek, desain industri semuanya harus didaftarkan untuk menjaga orisinalitas dan daya saing,” tegasnya.

Pentingnya HKI semakin terasa di tengah maraknya digitalisasi.Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap fenomena pembajakan karya khususnya di bidang penerbitan dan penjualan produk melalui platform e-commerce.

“Di era media sosial ini sebuah ide bisa viral dalam semalam tapi tanpa perlindungan, ide itu bisa dicuri dalam hitungan detik,” ucapnya.

Pemerintah Kota Samarinda juga aktif mendorong kemudahan pengurusan HKI bagi pelaku UMKM. Sejak 2024, Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian telah memfasilitasi pendaftaran HKI/merek untuk ratusan pelaku usaha kecil di 10 kelurahan.

Selain itu, keberhasilan pendaftaran hak cipta untuk Motif Batik Samarinda “Spirit of Mahakam” juga menjadi contoh nyata keseriusan Samarinda dalam melindungi warisan budaya lokal.

“Motif Batik Spirit of Mahakam bukan hanya kain tapi identitas kita. Ini contoh bagaimana HKI melindungi dan mengangkat potensi daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan dengan mengajak semua pihak untuk memahami HKI secara menyeluruh.

“HKI bukan hanya soal hukum tapi tentang inovasi, bisnis, dan masa depan. Jika ingin maju dan bersaing kita harus pintar melindungi karya kita,” pungkasnya.

(*)

Exit mobile version