ANALITIKNEWS.COM – Jembatan Mahakam I resmi ditutup total mulai hari ini setelah insiden tabrakan tongkang Indosukses 28 pada 16 Februari 2025.
Keputusan ini diambil untuk memastikan keamanan jembatan dan mencegah potensi bahaya bagi pengguna jalan.
Penutupan ini berdampak langsung pada mobilitas warga Samarinda, terutama mereka yang bergantung pada jalur utama ini untuk aktivitas sehari-hari.
Selama masa penutupan, arus lalu lintas dialihkan ke Jembatan Mahakam Kembar dengan skema lalu lintas dua arah, yang berpotensi menyebabkan kepadatan kendaraan di jam-jam sibuk.
Menanggapi situasi ini, Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.
Ia mendukung penuh investigasi menyeluruh terhadap kondisi struktur jembatan untuk memastikan keamanan jangka panjang.
“Saya pikir keputusan menutup Jembatan Mahakam I sudah tepat, demi mengurangi risiko insiden yang lebih besar di masa depan,” ujarnya.
Selain menekankan pentingnya pemeriksaan struktural jembatan, Abdul Rohim juga menyoroti tanggung jawab perusahaan pemilik tongkang yang menyebabkan insiden ini.
“Jembatan Mahakam I adalah infrastruktur vital yang menghubungkan Kota Samarinda. Jangan sampai ada pembiaran. Perusahaan yang menyebabkan insiden ini harus bertanggung jawab penuh atas kerusakan yang terjadi,” tegasnya.
Saat ini, tim ahli dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim), Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim, dan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) sedang melakukan investigasi menyeluruh terhadap kondisi jembatan.
Abdul Rohim berharap proses ini berjalan cepat dan transparan, sehingga masyarakat mendapat kepastian kapan jembatan dapat kembali digunakan.
“Jangan sampai kita menganggap remeh. Bisa jadi ada masalah lebih serius pada struktur jembatan yang tidak terlihat. Itu yang justru berisiko besar,” pungkasnya.
Sementara itu, masyarakat diimbau untuk menyesuaikan perjalanan mereka dan tetap berhati-hati di jalur alternatif.
DPRD Samarinda berharap keputusan ini tidak hanya menjamin keselamatan publik, tetapi juga mendorong tanggung jawab perusahaan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. (adv)
