ANALITIKNEWS.COM – Gelombang pengakuan terhadap negara Palestina terus berdatangan dari negara-negara barat.
Varsen Aghabekian Shahin, Menteri Luar Negeri Palestina mengatakan pengakuan ini bukan sekadar gestur simbolis, melainkan sinyal tegas kepada Israel bahwa pendudukan atas wilayah Palestina tidak bisa berlangsung selamanya.
Dalam wawancara eksklusif dengan kantor berita AFP pada Rabu (17/9) waktu setempat, Shahin menegaskan bahwa langkah politik yang akan diumumkan di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan ini membawa makna strategis yang dalam bagi perjuangan rakyat Palestina.
Ia mengatakan pengakuan ini sangat penting. Ini adalah pesan yang jelas kepada Israel bahwa ilusi mereka untuk terus melanggengkan pendudukan tidak akan diterima dunia.
“Pengakuan ini bukanlah simbolis. Ini merupakan sesuatu yang sangat penting karena mengirimkan pesan yang sangat jelas kepada Israel tentang ilusi mereka untuk melanjutkan pendudukan mereka selamanya,” kata Shahin.
Lebih lanjut, Shahin mengatakan bahwa dukungan internasional ini merupakan penguatan nyata terhadap hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan membangun negara mereka secara merdeka.
“Ini mengirimkan pesan yang jelas kepada Palestina bahwa ‘kami mendukung hak Anda untuk menentukan nasib sendiri’. Dan ini memberdayakan dan memperkuat konsep dan solusi dua negara. Dan hal ini memberikan kami dorongan untuk masa depan, karena kami akan membangunnya,” ucapnya.
Wawancara ini dilakukan menjelang langkah beberapa negara Barat, seperti Prancis, Inggris, Belgia, Kanada, dan Australia, untuk memberikan pengakuan resmi terhadap negara Palestina di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB yang digelar di New York, Amerika Serikat (AS), bulan ini.
Pengakuan resmi akan disampaikan negara-negara tersebut dalam pertemuan puncak PBB yang diketuai oleh Arab Saudi dan Prancis yang dijadwalkan pada 22 September mendatang.
Lebih lanjut, Shahin menyebut setiap pengakuan yang diberikan oleh negara lainnya adalah penting bagi Palestina.
“Setiap negara yang mengakui akan memiliki komitmen berdasarkan pengakuan tersebut,” sebutnya.
“Setiap pengakuan penting. Kita tidak dapat meniadakan fakta bahwa pengakuan membawa kita lebih dekat pada perwujudan negara yang sebenarnya, tetapi kita juga perlu mengupayakan gencatan senjata permanen dan mengupayakan aspek-aspek lainnya yang perlu dilakukan agar rakyat dapat melihat masa depan di Palestina,” jelas Shahin dalam pernyataannya.
(*)
