ANALITIKNEWS.COM – Salah satu indikator kesuksesan Samarinda sebagai Kota Layak Anak (KLA) didukung dengan infrastruktur yang memadai, terutama terkait fasilitas publik yang ramah disabilitas.
Hal ini disoroti oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, yang menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas di taman kota bisa menjadi hambatan serius dalam penilaian KLA dari pemerintah pusat.
“Kalau kita serius ingin mewujudkan Samarinda sebagai Kota Layak Anak, maka fasilitas publiknya juga harus layak untuk semua anak, termasuk yang disabilitas. Sayangnya, hingga kini fasilitas bagi mereka masih sangat terbatas,” ujar Novan, Selasa (16/7).
Menurut politisi Partai Golkar ini, banyak taman dan ruang terbuka hijau (RTH) di Samarinda yang belum dilengkapi jalur landai untuk kursi roda, toilet difabel, permainan motorik khusus, hingga papan informasi ramah baca. Padahal, inklusivitas menjadi indikator penting dalam penilaian kota layak anak.
“Kita tidak bisa hanya fokus pada pembangunan fisik taman yang indah secara visual. Kota ramah anak itu bukan hanya estetika, tapi soal akses dan kenyamanan yang merata,” tegasnya.
Untuk itu, DPRD Samarinda mendorong Pemkot agar segera melakukan pemetaan menyeluruh terhadap seluruh RTH guna mengidentifikasi taman yang belum memenuhi standar inklusif. Novan menilai, hal tersebut harus menjadi prioritas dalam pembahasan APBD mendatang.
Ia juga menekankan perlunya pelibatan komunitas penyandang disabilitas dalam proses perencanaan agar pembangunan tidak melenceng dari kebutuhan riil di lapangan.
“Jangan hanya merancang dari balik meja. Libatkan mereka yang benar-benar paham kondisi dan kebutuhan di lapangan,” sambungnya.
DPRD, kata Novan, akan mengawal agar pembangunan taman lebih ramah terhadap anak dan penyandang disabilitas tak lagi dianggap program tambahan, melainkan bagian dari mandat konstitusi yang menjamin hak anak dan prinsip nondiskriminasi.
“Kalau taman hanya bisa dinikmati sebagian anak, maka itu belum layak disebut ruang publik,” pungkasnya.
(ADV)
