ANALITIKNEWS.COM – Aktris muda Natasha Wilona kembali menanggapi pertanyaan publik terkait statusnya yang masih sendiri di usia 27 tahun.
Ia mengaku tidak merasa terganggu meski pertanyaan serupa terus muncul dalam berbagai kesempatan.
Ditemui di Jakarta baru-baru ini, Wilona menilai rasa penasaran publik sebagai hal yang wajar.
Ia memahami bahwa banyak orang membandingkan dirinya dengan rekan sesama artis yang sudah lebih dulu menikah.
“Wajar, karena sudah banyak artis yang menikah. Ujung-ujungnya netizen mencari siapa yang belum menikah, dan kebetulan aku salah satunya,” ujar Wilona.
Tak Jengah Ditanya Soal Pasangan
Alih-alih merasa jenuh, Wilona justru menunjukkan sikap santai dalam menghadapi pertanyaan tersebut.
Ia menegaskan tidak pernah bosan menjawab isu yang sama berulang kali.
“Aku nggak bosan, dan aku selalu bilang semua akan indah pada waktunya,” tuturnya.
Sikap tenang ini mencerminkan cara pandang Wilona yang lebih fokus pada kesiapan diri dibanding tekanan sosial.
Ia memilih untuk menjalani hidup sesuai ritme pribadinya tanpa terburu-buru mengikuti ekspektasi publik.
Wilona menegaskan bahwa pernikahan bukan keputusan yang bisa diambil secara tergesa-gesa.
Ia ingin memastikan bahwa langkah tersebut diambil dengan keyakinan penuh, bukan sekadar dorongan sesaat.
“Lebih ke kalau sudah ada yang tepat dan aku yakin, baru melangkah. Kalau tidak, ya jangan,” jelasnya.
Ia juga menolak anggapan bahwa pernikahan bisa dijadikan pelarian dari rasa bosan atau tekanan hidup.
Baginya, komitmen tersebut harus dilandasi kesiapan emosional dan tujuan yang jelas.
Tetap Membuka Diri
Meski belum memiliki pasangan, Wilona memastikan dirinya tetap membuka hati. Ia tidak menutup kemungkinan bagi siapa pun yang ingin mendekat, selama memenuhi nilai-nilai yang ia pegang.
“Kriteria yang pasti harus baik, bisa masuk ke keluargaku, dan sayang sama keluargaku,” ungkapnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa keluarga menjadi faktor penting dalam menentukan pasangan hidup bagi Wilona.
Ia ingin memastikan calon pendampingnya dapat menjalin hubungan yang harmonis tidak hanya dengannya, tetapi juga dengan orang-orang terdekatnya.
Dengan sikap yang konsisten dan penuh pertimbangan, Wilona menunjukkan bahwa setiap orang memiliki waktu dan jalan hidup masing-masing, termasuk dalam urusan asmara dan pernikahan. (*)
