Ekonomi Dikesampingkan, Trump Fokus pada Ancaman Nuklir Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan kembali bahwa isu nuklir Iran adalah ancaman utama yang tidak bisa ditawar.

Dalam pernyataannya, Trump menekankan bahwa pencegahan kepemilikan senjata nuklir oleh Iran menjadi prioritas mutlak, bahkan di atas pertimbangan kondisi ekonomi domestik Amerika Serikat.

banner 325x300

Trump menyampaikan bahwa tujuan utamanya tetap konsisten, yaitu mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

Ia menegaskan hal itu saat menjawab pertanyaan mengenai apakah kondisi keuangan Amerika Serikat memengaruhi keputusannya dalam mengambil kebijakan terhadap Iran.

“Sama sekali tidak. Satu-satunya hal yang penting ketika saya berbicara tentang Iran, mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” kata Trump, Rabu (13/5).

Ia kembali menegaskan sikap tersebut dengan pernyataan yang lebih tegas mengenai fokus kebijakannya.

“Saya tak memikirkan situasi keuangan Amerika, saya tidak memikirkan apa pun, tetapi saya memikirkan satu hal: Anda tidak boleh membiarkan Iran memiliki senjata nuklir, itu saja,” sambung tokoh Partai Republik di AS tersebut.

Trump Sinyalkan Kemenangan dengan Cara Apa Pun

Dalam kesempatan terpisah, Trump kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat akan meraih kemenangan dalam menghadapi Iran, baik melalui jalur damai maupun melalui cara lain yang diperlukan. Ia tidak merinci bentuk tindakan yang dimaksud, tetapi pernyataannya memunculkan spekulasi terkait pendekatan yang lebih agresif.

Sejumlah sumber menyebut bahwa Washington, pusat pemerintahan federal Amerika Serikat, tengah mempertimbangkan opsi peluncuran operasi besar-besaran terhadap Iran. Opsi tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Potensi Eskalasi dan Beban Ekonomi AS

Jika pemerintah Amerika Serikat benar-benar mengambil langkah militer tersebut, negara itu diperkirakan harus mengeluarkan biaya besar untuk mendanai operasi. Kondisi ini berpotensi menjadi beban tambahan di tengah situasi ekonomi yang disebut semakin tertekan.

Selain itu, eskalasi konflik juga berpotensi memengaruhi pasar energi global. Harga bahan bakar minyak dapat mengalami kenaikan akibat meningkatnya ketidakpastian di kawasan penghasil minyak utama dunia.

Iran Ancam Tngkatkan Pengayaan Uranium

Sementara itu,  Juru bicara parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, mengatakan pada Selasa (12/5) bahwa Iran bisa meningkatkan pengayaan uranium hingga tingkat kemurnian 90%, level yang dianggap setara bahan untuk senjata nuklir, jika Iran kembali diserang.

Dalam unggahannya di platform X, Rezaei yang juga juru bicara komisi keamanan nasional dan kebijakan luar negeri parlemen menyebut opsi pengayaan 90% akan dipertimbangkan sebagai respons jika terjadi serangan lanjutan.

“Ini salah satu opsi Iran jika terjadi serangan lagi, yaitu pengayaan 90 persen. Kami akan membahasnya di parlemen,” tulisnya, mengutip dari Reuters.

Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang masih tinggi antara Iran dan Amerika Serikat.

(*)

1.011 Tayangan
banner 325x300