ANALITIKNEWS.COM – Komando Resor Militer (Korem) 091/Aji Surya Natakesumah (ASN) akan menambah dua batalyon di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Penambahan ini melalui pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) yang ada di Kutai Barat dan Kutai Timur.
Dua satuan baru tersebut masing-masing adalah Batalyon Teritorial Pembangunan 85/Benuo Taka Cakti di Kutai Barat dan Batalyon Teritorial Pembangunan 879/Rangkok Cakti di Kutai Timur. Pembentukan batalyon ini menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan wilayah terhadap berbagai bentuk ancaman.
Danrem 091/ASN Ungkap Rencana Pembentukan Batalyon TP
Komandan Korem 091/ASN, Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.Si., mengungkapkan rencana tersebut saat kegiatan Coffee Morning bersama ratusan wartawan di Aula Wira Yudha Korem 091/ASN, Samarinda, Rabu (28/1/2026).
Ia menegaskan, pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan telah memiliki payung hukum yang kuat dari pemerintah pusat.
“Dasar pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan adalah Keputusan Presiden RI Nomor 84 Tahun 2025 tentang Peresmian dan Pembentukan Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan,” kata Anggara.
Fokus Batalyon TP: Pangan, Infrastruktur, hingga Bencana
Anggara menjelaskan, Batalyon Teritorial Pembangunan memiliki peran strategis yang melampaui fungsi pertahanan konvensional. Rancangan satuan ini untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, pemberdayaan ekonomi wilayah, pembangunan infrastruktur teritorial non-tempur, serta penanggulangan bencana.
“Batalyon TP terdiri dari Kompi Markas, Kompi Senapan tiga kompi, Kompi Pertanian, Kompi Peternakan, Kompi Konstruksi, dan Kompi Kesehatan,” jelasnya.
Menurutnya, tahap pertama pembentukan akan dilakukan tahun ini dengan mendirikan Batalyon Teritorial Pembangunan 85/Benuo Taka Cakti di Kutai Barat, kemudian disusul pembentukan batalyon di Kutai Timur.
Arahan Presiden Prabowo: Daerah Harus Mandiri Hadapi Ancaman
Danrem menambahkan, pembentukan batalyon ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto kepada para komandan satuan di daerah. Presiden meminta setiap wilayah memiliki kemampuan mandiri dalam menghadapi berbagai ancaman.
“Presiden mengarahkan agar setiap daerah siap menghadapi semua jenis ancaman, mulai dari keamanan sampai bencana alam, dan mampu mengatasinya sendiri,” ujar Anggara.
Ia mencontohkan, Kalimantan Timur harus mampu merespons setiap ancaman yang muncul secara bertahap dan terukur.
Batalyon Teritorial Pembangunan Bakal Jadi Brigade Pangan
Anggara menekankan, swasembada pangan menjadi faktor krusial dalam menjaga ketahanan wilayah. Tanpa ketersediaan pangan, kemampuan menghadapi ancaman akan melemah.
“Tentara baru bisa mengatasi ancaman kalau punya beras yang cukup, rakyat juga begitu. Kita nggak bisa apa-apa kalau lagi nggak punya beras. Makanya akan dibentuk batalyon yang bisa juga disebut Brigade Pangan,” tegasnya.
Dengan hadirnya dua Batalyon Teritorial Pembangunan tersebut, Korem 091/ASN berharap Kaltim semakin siap menghadapi tantangan keamanan, bencana, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan pembangunan daerah.
(Redaksi)
