DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Aset Olahraga untuk Dongkrak PAD

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie

ANALITIKNEWS.COM – Upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda kembali menjadi perhatian legislatif.

Komisi IV DPRD Kota Samarinda menilai bahwa kunci optimalisasi PAD tidak hanya terletak pada penambahan aset baru, tetapi pada efektivitas pengelolaan fasilitas olahraga yang sudah dimiliki pemerintah daerah.

Legislatif Kota Tepian menekankan pentingnya reformasi tata kelola sektor olahraga, khususnya pada pengelolaan aset yang berada di bawah Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Samarinda.

Sejumlah venue olahraga dinilai belum memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan daerah, meskipun memiliki potensi ekonomi yang besar.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menyebut bahwa pengelolaan aset olahraga harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang membutuhkan penguatan infrastruktur dan manajemen yang profesional.

“Venue olahraga yang berpotensi menghasilkan pendapatan daerah harusnya ditingkatkan sarana dan prasarananya. Setelah dibangun dengan baik, cukup dilakukan pemeliharaan, sementara PAD dapat terus mengalir,” kata Novan.

Pergeseran Fokus dari Pembangunan ke Optimalisasi

Berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang cenderung berfokus pada pembangunan fisik, DPRD kini menyoroti perlunya optimalisasi aset yang sudah ada. Menurut Novan, banyak fasilitas olahraga yang sebenarnya sudah memadai secara dasar, namun belum dikelola secara maksimal untuk menghasilkan nilai ekonomi.

Ia menilai bahwa pengelolaan yang lebih profesional akan membuka peluang baru, termasuk peningkatan pendapatan dari sewa venue, parkir, hingga penyelenggaraan event olahraga berskala besar.

“Jika kita mampu mendatangkan event dari luar daerah, dampaknya cukup luas. Hotel akan terisi, sektor kuliner bergerak, dan UMKM juga ikut merasakan manfaatnya,” tandasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa sektor olahraga tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pembinaan atlet, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor turunan.

Realisasi PAD dan Potensi Pengembangan

Berdasarkan data yang disampaikan dalam pembahasan, target PAD yang dikelola Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Disporapar pada 2026 mencapai sekitar Rp1,6 miliar. Hingga pertengahan tahun, realisasi pendapatan telah berada di angka sekitar Rp757 juta, yang bersumber dari berbagai pemanfaatan aset daerah, termasuk pengelolaan parkir di kawasan GOR Segiri.

Komisi IV DPRD menilai capaian tersebut menunjukkan adanya potensi yang masih bisa dikembangkan lebih jauh. Dengan strategi pengelolaan yang tepat, target tahunan dinilai masih realistis untuk dicapai.

“Target PAD UPTD Disporapar pada 2026 sekitar Rp1,6 miliar. Sampai pertengahan tahun realisasinya sudah sekitar Rp757 juta. Kami optimistis target itu bisa tercapai hingga akhir tahun,” pungkasnya

(ADV)

Exit mobile version