ANALITIKNEWS.COM – Meningkatnya kasus perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah, DPRD Kota Samarinda mendorong penerapan teknlogi pengawasan berbasis Closed Circuit Television (CCTV) sebagai langkah preventif.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, menyebut teknologi pengawasan dapat menjadi game changer dalam menciptakan iklim sekolah yang aman dan tertib.
Menurut Novan, sebagian besar kasus kekerasan antar pelajar justru terungkap bukan melalui laporan resmi pihak sekolah, melainkan setelah video kejadian viral di media sosial. Hal ini, menurutnya, menunjukkan lemahnya deteksi dini dan pengawasan langsung di lingkungan pendidikan.
“Kalau sekolah dipasangi CCTV, perilaku siswa bisa termonitor langsung. Bukan untuk mengintai, tapi sebagai alat pengawasan agar suasana belajar kondusif dan siswa lebih disiplin,” ungkapnya, Jumat (23/5/2025).
Pemasangan CCTV disebut tidak hanya berfungsi sebagai alat dokumentasi, tetapi juga alat pencegahan, karena siswa cenderung berpikir dua kali sebelum melakukan tindakan menyimpang jika tahu geraknya terekam kamera.
Ia menyebut, pengawasan visual ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengidentifikasi potensi masalah perilaku lebih awal, tanpa harus menunggu insiden besar terjadi.
“CCTV akan membantu guru dan tenaga BK dalam memetakan pola interaksi siswa, mendeteksi siapa yang terlibat konflik, dan bagaimana pola komunikasi yang muncul,” jelasnya.
Komisi IV DPRD Samarinda tengah menjajaki kerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk mendorong pengadaan CCTV, dimulai dari sekolah-sekolah dengan tingkat kerawanan tinggi. Anggaran pengadaan diusulkan masuk dalam APBD Perubahan atau perencanaan tahun depan.
“Jika memungkinkan, kami ingin pilot project CCTV ini dimulai dari beberapa SMP negeri terlebih dahulu, khususnya yang pernah tercatat memiliki kasus perundungan atau kekerasan,” bebernya.
(adv)
