Iran dan Oman Sepakati Rute Pelayaran Selat Hormuz, Pengelolaan Bersama Segera Difinalisasi

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei

ANALITIKNEWS.COM  – Iran mengklaim telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai rute pelayaran yang melintasi Selat Hormuz.

Kedua negara kini menyelesaikan pengaturan teknis dan administratif untuk mengelola jalur perairan strategis tersebut secara bersama di tengah meningkatnya ketegangan kawasan serta mandeknya negosiasi antara Teheran dan Amerika Serikat.

Pengumuman itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran pada Rabu (5/8).

Teheran menyebut pembahasan dengan Oman terus berlangsung dan telah menghasilkan kesepahaman mengenai jalur pelayaran yang akan digunakan di Selat Hormuz.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan kedua negara telah menyepakati koordinat geografis rute pelayaran. Saat ini, Iran dan Oman juga sedang menyusun pernyataan bersama yang akan memuat poin-poin utama dari kesepakatan tersebut.

“Koordinat geografis rute yang direncanakan kedua pihak telah disepakati dan, jika pihak ketiga tertentu tidak menghambat proses tersebut, pernyataan bersama kedua negara yang memuat pertimbangan utama dan poin-poin kesepakatan juga sedang dalam tahap peninjauan dan penyusunan akhir,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei, seperti dilaporkan kantor berita pemerintah IRNA.

Kesepakatan Belum Menjamin Keamanan Pelayaran

Meski telah mencapai kesepahaman dengan Oman, Iran menegaskan bahwa hal itu tidak berarti Selat Hormuz telah menjadi jalur yang aman bagi seluruh kapal yang melintas. Baqaei mengatakan pembicaraan dengan Oman masih terus berjalan untuk menyelesaikan berbagai aspek teknis pengelolaan jalur pelayaran.

Sementara itu, sumber-sumber resmi yang memberikan keterangan kepada media Iran menyatakan pembukaan kembali Selat Hormuz masih bergantung pada sikap Amerika Serikat. Menurut mereka, Washington perlu memenuhi apa yang dipandang Teheran sebagai komitmen untuk mengakhiri blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran

“Faktor-faktor yang membuat Selat Hormuz tidak aman masih ada di pihak Amerika Serikat, terutama blokade laut serta tindakan agresif dan mengancam lainnya terhadap Iran dan kepentingannya,” ujarnya.

Jalur Strategis Perdagangan Energi Dunia

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia karena menjadi lintasan sekitar seperlima ekspor minyak dan gas alam cair (LNG) global. Posisi strategis tersebut membuat setiap perkembangan di kawasan ini menjadi perhatian pelaku pasar energi dan komunitas internasional.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa Teheran ingin mencapai kesepakatan untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Namun, Iran membantah pernyataan itu dan menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas pelayaran akan dilakukan melalui kesepakatan dengan Oman sebagai negara tetangga di seberang selat, bukan melalui kesepakatan langsung dengan Washington.

(*)