ANALITIKNEWS.COM – Pemerintah Republik Islam Iran mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan kunjungan ke Teheran sebagai upaya mempererat hubungan antara kedua negara.
Undangan tersebut disampaikan kepada Indonesia melalui Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani setelah dirinya menghadiri pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Masyhad.
Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa pemerintah Iran menyampaikan harapan agar Presiden Prabowo dapat datang langsung ke ibu kota Iran.
Menurutnya, undangan tersebut menjadi pesan penting dari pemerintah Iran kepada pemerintah Indonesia.
“Pemerintah Iran berharap mengundang Presiden Republik Indonesia untuk bisa berkunjung ke Teheran,” kata Muzani seusai pertemuan dengan Mahkamah Agung di Jakarta, Selasa (14/7).
Muzani mengatakan dirinya telah menyampaikan undangan tersebut kepada Presiden Prabowo setelah kembali dari Iran. Namun, ia belum mengetahui keputusan Presiden terkait rencana kunjungan tersebut.
“Undangan sudah kami sampaikan ke Pak Prabowo,” ujarnya.
MPR Bawa Pesan Persahabatan dari Iran
Ahmad Muzani bersama Menteri Luar Negeri Sugiono sebelumnya berangkat ke Masyhad pada Kamis (9/7) sebagai utusan Presiden Prabowo untuk menghadiri pemakaman Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi Indonesia diterima oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk memperkuat komunikasi antara Indonesia dan Iran.
Muzani menyebut Ghalibaf menyampaikan pesan persahabatan kepada bangsa Indonesia serta pemerintah Indonesia.
“Doktor Mohammad Ghalibaf menyampaikan salam hangat kepada seluruh rakyat dan Bangsa Indonesia, serta Pemerintah Republik Indonesia,” katanya.
Selain melakukan pertemuan dengan pejabat Iran, Muzani juga membawa pesan duka cita dari masyarakat Indonesia atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei.
Indonesia Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Pemimpin Iran
Sebagai perwakilan pemerintah dan rakyat Indonesia, Muzani menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Iran yang kehilangan pemimpin mereka. Ia mengatakan Indonesia memahami kesedihan masyarakat Iran atas wafatnya sosok yang dihormati.
“Kami berbelasungkawa atas hal tersebut, kami merasakan bagaimana rakyat Iran merasa sedih atas meninggalnya pimpinan yang sangat dicintai. Rakyat Indonesia berdoa mudah-mudahan rakyat Iran bisa tabah dalam menghadapi musibah ini,” ucapnya.
Undangan kunjungan Presiden Prabowo ke Teheran menjadi perkembangan baru dalam hubungan diplomatik Indonesia dan Iran. Kedua negara terus menjaga komunikasi dalam berbagai bidang, termasuk kerja sama politik dan hubungan antarbangsa.
Sampai saat ini, Presiden Prabowo belum memberikan keterangan mengenai kemungkinan menerima undangan tersebut maupun jadwal kunjungan ke Iran.
(*)
