Berita  

Wafatnya dr Myta Aprilia Azmy, MGBKI Tekankan Perlindungan Dokter Internship

FOTO: Dokter Myta Aprillia Azmy telah wafat. (Ist)
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM –  Wafatnya dr Myta Aprilia Azmy memicu reaksi cepat dari Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI). Organisasi ini menolak keras praktik victim blaming terhadap dokter internship.

Ketua MGBKI, Budi Iman Santoso, menilai narasi yang menyalahkan korban justru memperburuk situasi. Ia meminta semua pihak menghentikan tekanan terhadap peserta pendidikan.

banner 325x300

“Setiap upaya menyalahkan korban, membungkam informasi, mengancam peserta pendidikan, atau memberi sanksi administratif harus dihentikan,” tegasnya, Minggu (3/5/2026).

Mekanisme Pelaporan Belum Aman

MGBKI menilai sistem pelaporan belum memberi rasa aman. Peserta internship masih ragu untuk melapor.

Prof Budi mengakui kondisi tersebut. Ia menyebut banyak peserta takut masa tugas mereka terdampak.

“Proses ini belum berjalan optimal. Ada kekhawatiran masa tugas bisa diperpendek atau diperpanjang,” ujarnya.

Situasi ini membuat banyak persoalan tidak terungkap.

Beban Kerja Jadi Isu Utama

Selain itu, MGBKI menyoroti beban kerja dokter internship. Banyak peserta mengeluhkan tekanan kerja yang tinggi.

Guru Besar Kedokteran, Zainal Muttaqin, menegaskan hal itu. Ia merujuk pada berbagai pendapat yang muncul di media sosial.

“Kami melihat keluhan yang sama. Beban kerja berlebih menjadi masalah utama,” jelasnya.

MGBKI Dorong Perbaikan Sistem

MGBKI meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan dokter. Organisasi ini ingin perlindungan bagi peserta harus ada peningkatan.

Mereka juga meminta semua pihak fokus pada solusi, bukan narasi yang menyudutkan korban.

Terakhir, Kasus dr Myta kini menjadi peringatan serius. Dunia kedokteran hasrus segera berbenah demi keselamatan tenaga medis muda.

(Redaksi)

banner 325x300