ANALITIKNEWS.COM – Artis sekaligus figur publik Meisita Lomania mengungkap pengalaman pahit dalam hidupnya.
Ia mengaku pernah membatalkan rencana pernikahan yang sudah dipersiapkan secara matang.
Pengakuan tersebut ia sampaikan saat menjadi bintang tamu di acara Spill D Tea yang tayang di kanal YouTube Insertlive.
Dalam perbincangan tersebut, Meisita menjelaskan bahwa ia dan mantan pasangannya dulu telah merancang pernikahan secara serius.
Bahkan, berbagai kebutuhan acara sudah ia siapkan jauh hari sebelum hari bahagia itu tiba.
Persiapan Sudah Matang, Pernikahan Tetap Gagal
Meisita menegaskan bahwa ia telah mengeluarkan biaya besar untuk mewujudkan rencana pernikahan tersebut.
Ia menyebut sudah membayar uang muka gedung, memesan katering, hingga membagikan baju seragam kepada keluarga.
“Sempat mau nikah, sudah DP gedung bahkan, bagi-bagi baju seragam ke keluarga, catering sudah, tapi batal,” ujar Meisita.
Keputusan untuk membatalkan pernikahan itu tentu bukan hal mudah.
Ia harus menghadapi kenyataan pahit setelah mengetahui sifat asli sang mantan.
Mengaku Jadi Korban Manipulasi
Meisita mengungkap bahwa mantannya diduga memiliki kecenderungan Narcissistic Personality Disorder (NPD).
Ia merasa mantannya memanfaatkan dirinya, baik secara emosional maupun finansial.
“Ternyata dia seorang NPD yang memanfaatkan. Jadi selain kehilangan cinta, aku kehilangan finansial yang sudah aku bangun dari remaja ke minus,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan bahwa mantannya tidak langsung meminta bantuan secara terang-terangan. Sang mantan lebih dulu menunjukkan sikap baik sebelum akhirnya mulai meminta berbagai hal.
Modus Membawa-bawa Agama
Menurut Meisita, salah satu hal yang membuatnya terpengaruh adalah cara mantannya menggunakan pendekatan agama.
Hal itu membuatnya semakin percaya dan sulit menolak permintaan.
“Dia jago banget, gak minta secara langsung. Dia baik dulu kasih apa ke aku, terus tahu-tahu minta bantuan sampai bawa-bawa agama,” katanya.
Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi Meisita.
Ia kini lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan, terutama dalam hal kepercayaan dan keuangan.
Ia juga berharap kisahnya bisa menjadi pengingat bagi banyak orang agar lebih waspada terhadap hubungan yang berpotensi manipulatif. (*)







