Suahasil Laporkan RAPBN 2027, Prabowo Tekankan Peran APBN dan Danantara dalam Jaga Ekonomi

Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Kompleks Istana Kepresidenan
Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Kompleks Istana Kepresidenan

ANALITIKNEWS.COM – Pemerintah mulai mempertegas pembagian tugas antara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dalam menjaga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

APBN akan tetap menjadi instrumen utama untuk membiayai kebutuhan publik, sementara Danantara mendapat porsi lebih besar dalam pengelolaan investasi.

Pembagian peran tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Menteri Keuangan Suahasil Nazara dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/9).

Dalam pertemuan itu, Suahasil juga melaporkan penyelesaian RAPBN 2027 yang telah disetujui DPR.

Suahasil mengatakan pemerintah akan memperkuat koordinasi antara APBN dan Danantara agar kedua instrumen tersebut dapat menjalankan fungsi masing-masing tanpa tumpang tindih.

“Tadi juga banyak diskusi mengenai investasi yang perlu dilakukan yang nanti akan di-handle oleh teman-teman di Danantara. Dan kami berkolaborasi dengan sangat-sangat erat antara Danantara dengan APBN,” katanya.

APBN Fokus Pelayanan Publik

Suahasil menjelaskan APBN dan Danantara memiliki fungsi berbeda. Pemerintah menggunakan APBN untuk membiayai pelayanan publik, pembangunan infrastruktur dasar, serta kebutuhan operasional pemerintahan.

Sementara itu, Danantara akan lebih diarahkan pada kegiatan investasi. Pemerintah berharap pembagian tersebut dapat membuat setiap instrumen menjalankan fungsi secara lebih optimal.

“Ibaratnya Danantara dan APBN itu saling kolaborasi, berbagi tugas supaya menjaga perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah juga memastikan pengelolaan APBN 2027 tetap memperhatikan kondisi ekonomi dan kebutuhan masyarakat.

Suahasil menyampaikan laporan kepada Prabowo mengenai perkembangan ekonomi dalam jangka pendek, termasuk kebutuhan untuk memperkuat bantuan kepada masyarakat.

“Nah, kemudian dalam jangka pendek, saya mengatakan kepada Bapak Presiden, melaporkan mengenai pentingnya terus menjaga kondisi ekonomi dan termasuk juga berbagai macam penguatan bantuan-bantuan yang diperlukan untuk situasi sekarang ini,” ujarnya.

RAPBN 2027 Rampung

Dalam pertemuan tersebut, Suahasil juga melaporkan bahwa pembahasan RAPBN 2027 telah selesai melalui rapat paripurna DPR pada Selasa (29/9).

“Saya melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa kemarin kami telah menyelesaikan proses RAPBN 2027 dan telah menyampaikan kepada Bapak Presiden. Kemarin paripurna berjalan lancar. Dukungan dari DPR sangat-sangat konkret dan sangat-sangat jelas,” ujar Suahasil kepada wartawan.

Pemerintah menetapkan target pendapatan negara dalam RAPBN 2027 lebih dari Rp3.400 triliun. Sementara itu, belanja negara ditetapkan lebih dari Rp4.100 triliun.

“Saya melaporkan jumlah pendapatan negara yang perlu dikumpulkan dan juga jumlah belanja. Jumlah pendapatan negara Rp3.400 triliun lebih, lalu kemudian belanja negara Rp4.100 triliun lebih,” ujar Suahasil.

Prabowo Minta Efisiensi Terukur

Besarnya kebutuhan belanja negara membuat pemerintah juga menaruh perhatian pada efisiensi anggaran. Prabowo meminta pemerintah menjaga kredibilitas APBN dan memastikan efisiensi berjalan secara terukur.

“Nah, arahan Bapak Presiden adalah untuk terus menjaga APBN supaya tetap kredibel dan dilakukan terus efisiensi secara terukur agar yang namanya anggaran negara itu bisa betul-betul maksimum digunakan untuk kesejahteraan dan perlindungan sosial, dan juga membangun infrastruktur,” jelasnya.

(*)