ANALITIKNEWS.COM – Juru Bicara PDI Perjuangan (PDIP) Guntur Romli melontarkan sindiran setelah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) memperlihatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Menurut Guntur, dokumen yang semestinya menjadi perhatian Jokowi justru berkaitan dengan ijazahnya yang masih menjadi bahan perdebatan publik.
PSI saat ini dipimpin putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, sebagai ketua umum. Guntur kemudian mengaitkan KTA tersebut dengan polemik ijazah yang hingga kini masih diperbincangkan.
“KTA PSI itu apa ya? Partai Sengketa Ijazah?” ujarnya kepada wartawan, Minggu (27/9).
Guntur tidak hanya menyoroti Jokowi. Ia juga meminta Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menunjukkan ijazah kelulusan SMA yang disebut sedang digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Menurut Guntur, penunjukan dokumen pendidikan tersebut dinilai dapat membantu menjawab pertanyaan publik dan mengurangi spekulasi yang berkembang.
“Diminta nunjukin Ijazah agar tidak makin gaduh, kok malah nunjukin KTA, baik Jokowi diminta nunjukin ijazah S1 UGMnya dan Gibran nunjukin ijazah SMA-nya,” sindirnya.
Jokowi Tunjukkan KTA PSI
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya membuka secara langsung kartu tanda anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di hadapan jajaran kader partai tersebut.
Langkah itu sekaligus menjadi penegasan Jokowi bahwa dirinya telah bergabung dengan PSI dan menjadi bagian dari keluarga besar partai berlambang gajah tersebut.
Jokowi menyampaikan pernyataan itu saat menghadiri Rakorda PSI Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026). Di hadapan jajaran pengurus dan kader PSI, ia menunjukkan KTA yang disebutnya telah dimiliki sejak Oktober 2025.
Jokowi Tunjukkan KTA di Hadapan Kader PSI
Jokowi mengatakan sengaja membuka kartu keanggotaan tersebut karena masih ada pihak yang mempertanyakan statusnya di PSI. Ia ingin seluruh jajaran partai mengetahui secara langsung posisi politiknya.
“Bahwa saya sesungguhnya ini untuk diketahui oleh seluruh jajaran pengurus PSI dari DPP, DPW, DPD, DPC, DPRT supaya tahu semuanya bahwa saya itu sudah masuk menjadi keluarga besar PSI,” kata Jokowi disambut meriah oleh jajaran PSI, seperti dilihat dari laman resmi Instagram PSI, Minggu (27/9).
Jokowi kemudian menyebut telah bergabung dengan PSI sejak 14 Oktober 2025. Ia mengatakan keputusan untuk memperlihatkan KTA kepada publik bertujuan menjawab berbagai pertanyaan mengenai statusnya.
“Itu sudah 14 Oktober 2025. Sudah setahun yang lalu, banyak yang nggak percaya, sekarang saya buka saja kartu anggota saya ini,” tambah dia.
Bacakan Nomor Keanggotaan
Jokowi tidak hanya menunjukkan KTA tersebut. Ia juga berdiri di hadapan peserta acara dan membacakan identitas serta nomor keanggotaan yang tercantum pada kartu.
Peserta Rakorda PSI kemudian meneriakkan nama Jokowi. Mereka juga menyuarakan “Hidup Jokowi” secara serentak.
Jokowi kembali menegaskan bahwa ia ingin menghilangkan keraguan mengenai statusnya sebagai anggota PSI.
“Masih kurang jelas? masih kurang jelas? Nih saya tunjukkan,” kata Jokowi sambil berdiri memperlihatkan KTA PSI-nya kepada peserta yang hadir.
Ia kemudian membaca tulisan yang terdapat pada kartu tersebut.
“Udah, sekarang saya bacakan di sini, tertulis nama Joko Widowo nomor keanggotaan, saya baca ya S337220257777777. Saya nggak tahu kenapa nomor tujuhnya banyak sekali,” ujar dia.
(*)
