Trump Ancam Iran Lagi, AS Siap Serang Kapan Saja

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

ANALITIKNEWS.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuka kemungkinan serangan militer terhadap Iran. Trump menegaskan Washington siap melancarkan serangan kapan saja jika situasi menuntut langkah tersebut.

Pernyataan itu muncul ketika AS dan Iran kembali terlibat dalam rangkaian serangan besar-besaran yang menjadikan kawasan sekitar Selat Hormuz sebagai salah satu titik panas utama konflik.

AS Klaim Hancurkan Infrastruktur Militer Iran

Trump mengatakan pasukan AS telah melancarkan serangan besar terhadap sejumlah sasaran Iran. Washington menyebut operasi tersebut menyasar berbagai fasilitas dan peralatan militer yang dianggap mengancam keamanan AS serta jalur pelayaran di Selat Hormuz.

“Kita menghantam mereka dengan keras tadi malam. Mereka hanya membalas dengan pukulan ringan, tapi kita menghantam mereka dengan keras,” kata Trump dalam pernyataannya di Gedung Putih pada Rabu (2/9) waktu setempat.

Trump juga mengklaim serangan tersebut tidak hanya menghancurkan sistem radar Iran. Menurut dia, militer AS berhasil menghancurkan sejumlah peralatan baru yang Iran bangun di sepanjang kawasan strategis tersebut.

“Kita telah menghancurkan jauh lebih banyak, daripada sekadar radar mereka, tadi malam,” ujar Trump.

Dia kemudian menambahkan, “melenyapkan semua peralatan baru yang coba mereka bangun di sepanjang Selat Hormuz”.

Serangan AS juga menghantam sejumlah kota dan wilayah di sepanjang pesisir selatan Iran. Salah satu serangan dilaporkan mengenai sebuah acara pernikahan di kota Kuhestak, Sirik, dan menambah jumlah korban jiwa dalam eskalasi terbaru.

Iran Balas Serang Pangkalan AS

Iran tidak tinggal diam menghadapi serangan Washington. Teheran melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan dan aset militer AS di kawasan Timur Tengah.

Pasukan Iran menargetkan posisi AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), serta Erbil di wilayah Kurdistan, Irak.

Konflik kembali meningkat sejak akhir pekan dan tercatat sebagai salah satu pertempuran paling sengit sejak jeda konflik pada Juli lalu.

Pada Minggu (30/8), pasukan AS juga menyerang peluncur roket Iran di Pulau Larak, lepas pantai selatan Iran. Washington menyatakan serangan itu bertujuan mencegah Iran menebar kembali ranjau laut di Selat Hormuz.

Trump Sebut Operasi Tak Akan Berlangsung Lama

Meski mengancam serangan tambahan, Trump memberikan sinyal bahwa operasi militer terbaru AS tidak akan berlangsung tanpa batas.

“Itu adalah serangan yang sangat dahsyat, dan kita siap melancarkan serangan lagi, kapan saja kita mau,” tegas Trump.

Trump juga mengatakan operasi militer terbaru terhadap Iran tidak akan berlangsung “terlalu lama”.

Pernyataan tersebut menunjukkan Washington masih membuka ruang untuk operasi lanjutan, sekaligus berusaha memberikan sinyal bahwa AS tidak berniat mempertahankan konflik dalam jangka panjang.

Sementara itu, pertempuran yang terus berlangsung meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan Selat Hormuz. Jalur strategis tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membuat setiap eskalasi antara AS dan Iran berpotensi memberikan dampak lebih luas terhadap kawasan dan ekonomi global.

(*)