ANALITIKNEWS.COM – Kehadiran Teras Samarinda Tahap II menjadi bagian dari upaya memperkuat wajah baru ruang publik di tepian Sungai Mahakam. Setelah pembangunan fisiknya rampung, kawasan ini kini dinantikan masyarakat untuk segera dibuka dan dimanfaatkan.
Dukungan terhadap pemanfaatan kawasan tersebut turut disampaikan DPRD Samarinda. Namun, legislatif mengingatkan agar pembukaan Teras Samarinda Tahap II tidak hanya mengejar aspek kecepatan, melainkan juga memastikan seluruh fasilitas siap digunakan secara aman, tertata dan berkelanjutan.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno, menilai penyelesaian pembangunan perlu segera ditindaklanjuti dengan proses pemanfaatan kawasan. Menurutnya, ruang publik yang telah dibangun pemerintah akan semakin memberikan manfaat apabila dapat segera diakses masyarakat.
“Harapannya, Teras Samarinda Tahap II ini bisa segera difungsikan sehingga hasil pembangunan pemerintah dapat langsung dinikmati masyarakat,” ujar Jasno.
Bagi DPRD, Teras Samarinda Tahap II memiliki nilai strategis karena berada di kawasan tepian Sungai Mahakam. Membentang dari sekitar Kantor Gubernur Kalimantan Timur hingga Dermaga Mahakam Ilir di Jalan Gajah Mada, kawasan tersebut berpotensi menjadi ruang rekreasi sekaligus tempat masyarakat beraktivitas di pusat kota.
Keamanan Jadi Bagian Penting Sebelum Dibuka
Di tengah antusiasme terhadap pembukaan kawasan, DPRD Samarinda memberikan perhatian pada aspek keamanan. Beragam fasilitas publik yang telah dibangun perlu mendapat sistem pengawasan agar tetap terjaga dan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah area permainan anak di sekitar Dermaga Pasar Pagi. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari ruang publik yang ramah keluarga, sehingga pengawasan dan pemeliharaannya perlu dipersiapkan sejak awal.
Jasno menilai sistem keamanan dapat memanfaatkan teknologi seperti CCTV maupun metode pengawasan lainnya. Polanya dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing area.
“Pemkot perlu menentukan sistem pengamanan yang tepat. Bisa dengan CCTV atau metode pengawasan lainnya, yang penting fasilitas dan sarana yang sudah dibangun ini benar-benar aman dan bisa dinikmati masyarakat,” terangnya.
Langkah tersebut dinilai penting agar investasi pembangunan ruang publik tidak berhenti pada selesainya pekerjaan fisik. Dengan pengamanan dan pemeliharaan yang baik, fasilitas yang tersedia diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi warga Samarinda.
Pengelolaan Dipersiapkan agar Kawasan Berkelanjutan
Selain keamanan, pola pengelolaan Teras Samarinda Tahap II juga menjadi perhatian DPRD. Saat ini, Pemkot Samarinda masih mengkaji pihak yang paling tepat untuk bertanggung jawab terhadap pengelolaan kawasan tersebut.
Skema yang dipertimbangkan antara lain pengelolaan melalui BUMD maupun kerja sama dengan pihak ketiga. Kondisi ini berbeda dengan Teras Samarinda Tahap I yang tata kelola serta pengamanan fisiknya telah diserahkan kepada Perumda Varia Niaga.
Bagi DPRD, penentuan pengelola merupakan bagian penting dari kesiapan pembukaan. Pengelola nantinya diharapkan tidak hanya bertugas menjaga kawasan, tetapi juga memastikan kebersihan, keamanan dan pemeliharaan fasilitas berjalan secara konsisten.
Dengan demikian, keberadaan Teras Samarinda Tahap II tidak hanya menjadi proyek pembangunan yang selesai secara fisik, tetapi berkembang menjadi ruang publik yang terawat dan memberikan manfaat jangka panjang.
Mendorong Wajah Baru Tepian Mahakam
DPRD Samarinda melihat Teras Samarinda Tahap II memiliki peluang untuk memperkuat daya tarik kawasan pusat kota. Ruang terbuka di tepian Mahakam dapat menjadi pilihan baru bagi masyarakat untuk bersantai, berolahraga, berkumpul bersama keluarga maupun menikmati panorama sungai.
Pembukaan kawasan juga akan membawa perubahan visual. Pagar seng yang selama ini menutup area proyek nantinya dapat dilepas setelah seluruh tahapan dinyatakan siap, sehingga wajah kawasan menjadi lebih terbuka dan tertata.
Jasno berharap masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menikmati hasil pembangunan tersebut. Namun, kesiapan administrasi, pengelolaan dan sistem keamanan tetap harus menjadi bagian dari proses sebelum kawasan dibuka.
“Selama ini penutup seng membuat kawasan terlihat kumuh, padahal pembangunan sudah selesai dan seharusnya masyarakat bisa menikmati hasilnya,” pungkasnya.
(ADV)
