Mentan Ancam Cabut Izin Importir yang Terbukti Mainkan Harga Pakan Ayam

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman

ANALITIKNEWS.COM – Pemerintah memperketat pengawasan terhadap harga pakan ayam setelah peternak di sejumlah daerah mengeluhkan tingginya biaya produksi dan tekanan harga telur.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta Satgas Pangan Mabes Polri memeriksa perusahaan yang diduga memainkan harga pakan.

Jika pemeriksaan membuktikan pelanggaran, pemerintah akan mencabut izin impor perusahaan tersebut.

Amran menyampaikan langkah tersebut dalam keterangan resmi di Surabaya, Selasa (11/8). Ia mengatakan Satgas Pangan akan mulai memeriksa perusahaan yang diduga melakukan praktik permainan harga pada Rabu (12/8).

“Ada satu perusahaan, diduga nakal. Satgas Pangan, kami minta dengan tegas langsung diperiksa, insyaallah mulai besok. Karena diduga mereka mempermainkan harga. Perusahaannya saya tidak sebut, tapi insyaallah mulai besok dari Satgas Mabes Polri mulai periksa. Kalau terbukti, izinnya saya cabut,” ujar Amran.

Pemerintah Siapkan Sanksi Tegas

Amran belum mengungkap identitas perusahaan tersebut. Pemerintah terlebih dahulu meminta aparat memastikan kebenaran dugaan permainan harga sebelum menjatuhkan sanksi.

Ia menegaskan pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi perusahaan yang terbukti memanfaatkan kondisi pasar untuk meraup keuntungan dengan mengorbankan peternak.

“Jangan ada bermain-main, kami pasti cabut izinnya. Kami tidak beri ruang. Kalau kami sekali cabut, selama kami masih menjabat tidak akan kami berikan izin impor,” tegasnya.

Menurut Amran, persoalan harga pakan harus mendapat perhatian karena kebijakan impor berada dalam kewenangan pemerintah.

Ia menilai importir tidak boleh menaikkan harga secara tidak wajar ketika pemerintah telah memberikan izin impor.

“Itu masalah harga pakan dinaikkan, padahal izinnya di Kementerian Pertanian. Nah, dia (importir) yang dapat untung, kami yang dibully. Ini dosa apa? Jadi, enggak boleh. Kami ini di tengah. Kami sayang pengusaha, kami sayang peternak kecil. Kami di tengah, bagaimana tumbuh bersama,” ujarnya.

SPHP Pakan Berlanjut hingga Akhir Tahun

Untuk membantu menekan biaya produksi peternak, pemerintah memastikan kebijakan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap berjalan hingga akhir tahun. Bulog akan menyalurkan pakan melalui skema tersebut guna menjaga pasokan sekaligus membantu mengendalikan harga.

Pemerintah juga melihat persoalan peternak dari sisi penyerapan hasil produksi. Ketika biaya pakan meningkat dan harga telur tertekan, peternak membutuhkan kepastian pasar agar usaha tetap berjalan.

Amran mengatakan pemerintah telah menginstruksikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menyerap telur sesuai petunjuk teknis.

“Sudah ada instruksi, sudah ada surat, bahwa wajib menyerap sesuai juknis. Itu kita lakukan demi peternak-peternak kita seluruh Indonesia,” ujarnya.

(*)