Menkeu Pastikan Pembentukan Perminas Tanpa Dana APBN

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Badan Pengelelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah membentuk BUMN baru untuk mengelola tambang. Hal ini diungkap oleh Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria.

Menurut Dony, BUMN bernamaPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) itu merupakan entitas sendiri di bawah Danantara.

banner 325x300

Dony juga memastikan bahwa Perminas bukan berada di bawah MIND ID selakuBUMN Holding Industri Pertambangan.

“Jadi ada Perusahaan Mineral Nasional kita yang baru kita bentuk. Memang ini perusahaan yang baru terbentuk,” katanya di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Menurut Dony, Perminas akan mengelola tambang emas Martabe di Sumatera Utara yang sebelumnya pengelolaannya oleh  PT Agincourt Resources. Anak usaha PT United Tractors Tbk. (UNTR) itu menjadi salah satu perusahaan yang izin usahanya telah pemerintah cabut.

Pencabutan izin usaha berkaitan dengan pelanggaran aturan pemanfaatan kawasan hutan yang berdampak pada terjadinya bencana alam. Menurut Dony, pengambilalihan konsesi tambang milik Agincourt sudah mempertimbangkan lini bisnis yang Danantara miliki.

“Tentu karena lini bisnisnya, kan pemerintah bisnisnya adanya di Danantara semua kan? Tentu pasti diserahkannya ke Danantara,” jelas Dony.

Tanggapan Menkeu Purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru bernama Perminas tidak akan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia menegaskan, seluruh pendanaan berasal dari Danantara yang memiliki likuiditas besar untuk mendukung langkah strategis tersebut.

“Danantara itu, bukan saya,” kata Purbaya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Ia menambahkan, “Kan Danantara punya uang banyak.”

Purbaya menekankan, Danantara memiliki dana yang sangat cukup untuk membentuk Perminas. Ia menjelaskan, badan investasi itu bahkan memiliki rencana untuk menanamkan modal di surat berharga negara senilai Rp 160 triliun.

“Saya ingat tahun ini punya Rp 160 triliun mau diinvestasikan di bond. Artinya masih banyak ruang untuk dia bergerak bond pemerintah lagi,” paparnya.

Menurut Purbaya, ketimbang menginvestasikan dana besar tersebut di surat utang pemerintah, lebih baik Danantara mengalokasikannya untuk pembentukan perusahaan baru.

“Kalau dia bikin BUMN langsung kan akan menggerakkan ekonomi. Justru itu yang harapkan dari Danantara,” ucapnya.

Strategi Memperkuat Kontrol Negara

Langkah ini sekaligus menunjukkan strategi pemerintah dalam memperkuat kontrol negara atas sumber daya mineral. Perminas akan menjadi BUMN yang khusus menangani izin tambang yang tercabut pasca bencana di Sumatera. Dengan dukungan penuh dari Danantara, pemerintah berharap perusahaan ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus menjaga kepentingan nasional di sektor pertambangan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, pembentukan Perminas memang sangat penting. Ia menilai, keberadaan perusahaan baru ini akan memperkuat pengelolaan sumber daya mineral yang belum tertangani oleh holding BUMN pertambangan, MIND ID.

“Jadi itu yang penting. Mengelola sumber daya alam kita yang sangat-sangat penting,” paparnya.

Prasetyo menambahkan, Perminas akan mengambil alih pengelolaan tambang emas Martabe di Sumatra Utara dari PT Agincourt Resources. Dengan pengalihan ini, negara melalui Perminas akan memiliki kendali langsung atas salah satu tambang emas terbesar di Indonesia.

Pembentukan Perminas juga menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak hanya bergantung pada APBN untuk memperkuat sektor strategis. Dengan memanfaatkan dana investasi Danantara, pemerintah menunjukkan komitmen untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada tanpa membebani fiskal negara.

Selain itu, langkah ini membawa harapan mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian.

(*)

banner 325x300