Lima Gubernur dengan Kinerja Terbaik dan Terburuk Menurut Anak Muda

Lembaga survei Muda Bicara ID merilis hasil survei terbaru mengenai pandangan generasi muda terhadap kinerja kepala daerah khususnya gubernur.

ANALITIKNEWS.COM  – Lembaga survei Muda Bicara ID merilis hasil survei terbaru mengenai pandangan generasi muda terhadap kinerja kepala daerah khususnya gubernur.

Survei yang dilakukan pada Kuartal II 2025 ini melibatkan 400 responden dari seluruh Indonesia. 

Dalam kategori gubernur dengan kinerja terbaik menurut anak muda, lembaga survei itu merilis 5 gubernur dengan kinerja terbaik. 

Berikut 5 gubernur di Indonesia pada periode saat ini yang menurut kelompok anak muda memiliki kinerja paling baik:

1. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dengan tingkat kepuasan 30,67%

2. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan tingkat kepuasan 24,44%

3. Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat dengan tingkat kepuasan 18,67%.

4. Muzakir Manaf Gubernur Aceh dengan dengan tingkat kepuasan 17,78%.

5. Sherly Tjoanda Gubernur Maluku Utara meraih tingkat kepuasan sebesar 8,44%.

Selain gubernur yang memiliki kinerja baik, survei ini juga menampilkan nama-nama gubernur di Indonesia yang memiliki kinerja buruk.

Berikut 5 Gubernur pada periode saat ini yang menurut kelompok muda berkinerja buruk:

1. Bobby Nasution, Gubernur Sumatera Utara menempati peringkat terbawah dengan 35,09% penilaian negatif.

2. Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur sebesar 22,81%.

3. Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Tengah menempati peringkat ketiga dengan nilai 21,5 persen.

4 Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat 11,40%,

5. Rudy Mas’ud, Gubernur Kalimantan Timur dengan skor penilaian negatif 9,65%.

Yang menarik, nama Dedi Mulyadi muncul di kedua daftar, baik sebagai gubernur dengan tingkat kepuasan tinggi maupun penilaian negatif.

Ini menunjukkan adanya polarisasi opini dari generasi muda terhadap kinerjanya di Jawa Barat.

Sebagai informasi, survei ini dilakukan oleh Muda Bicara ID, platform advokasi dan kajian isu politik, sosial, kebijakan, dan demokrasi yang fokus pada suara generasi muda Indonesia.

Dengan tagline “Youthful Voice, Voice the Future, survei ini dirancang untuk memetakan opini dan harapan anak muda terhadap arah kebijakan nasional, termasuk kinerja para pemimpin daerah.

Metodologi survei menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis Computer-Assisted Self Interviewing (CASI).

Data dikumpulkan dari responden usia 17–35 tahun di seluruh Indonesia, melalui teknik tratified random sampling yang mempertimbangkan variabel usia, jenis kelamin, dan wilayah domisili.

Penilaian survei ini mencerminkan kekecewaan anak muda terhadap kepemimpinan kepala daerah.

Generasi mudah menilai masih banyak kebutuhan mereka yang belum terpenuhi mulai dari persoalan lapangan kerja, kebijakan ekonomi daerah hingga ruang partisipasi publik yang dianggap kurang terbuka.

Survei ini juga menegaskan lebih dari 50 ribu responden merasa gubernur di daerah mereka belum responsif dalam mendengarkan aspirasi.

Anak muda menginginkan kepemimpinan yang lebih transparan, dekat dengan masyarakat, dan mampu menjawab tantangan daerah.

Anak mudah berharap gubernur tidak hanya hadir sebagai simbol kekuasaan, tetapi benar bekerja untuk kebutuhan rakyat, terutama kaum muda yang menjadi masa depan daerah.

Sebagai keterangan tambahan, pihak yang merasa keberatan atas hasil survei ini atau ingin mengonfirmasi data dapat menghubungi pihak “Muda Bicara ID” melalui narahubung resmi:\

M. Iqbal Khatami (Founder/Pimred Muda Bicara ID) +62 812 2725 2121

(redaksi)

Exit mobile version