Kemlu RI Serukan Keterlibatan Korea Utara dalam Forum ASEAN

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Abdul Kadir Jailani
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Pemerintah Indonesia menyampaikan harapan agar Korea Utara dapat memperkuat hubungan dengan ASEAN, sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama regional di kawasan Asia.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Abdul Kadir Jailani, menegaskan pentingnya keterlibatan Korea Utara dalam forum Asia Tenggara.

banner 325x300

“Harapan kita adalah agar Korea Utara dapat menjalin engagement dengan ASEAN,” ujar Kadir dalam jumpa pers di Kemlu RI, Rabu (22/10).

Ia menambahkan bahwa Korea Utara saat ini menjadi satu-satunya negara di Asia Timur yang belum menjalin kerja sama resmi dengan ASEAN. Indonesia, sebagai negara anggota ASEAN, berinisiatif mendorong dialog dan kolaborasi yang lebih intensif antara Pyongyang dan negara-negara Asia Tenggara.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari diplomasi aktif Indonesia dalam menciptakan stabilitas dan kerja sama yang inklusif di kawasan.

Ia mengingatkan bahwa Korea Utara sebelumnya pernah terlibat dalam ASEAN Regional Forum (ARF), sebuah platform dialog keamanan yang melibatkan negara-negara di kawasan Asia Pasifik.

“Kan dahulu kita tahu bahwa di bawah kerangka ARF (Forum Regional ASEAN), Korea Utara selalu ikut,” lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Sugiono, telah menorehkan tonggak penting dalam sejarah diplomasi Indonesia dengan melakukan kunjungan resmi ke Pyongyang, Korea Utara (Republik Rakyat Demokratik Korea/RRDK), pada 10–11 Oktober 2025.

Kunjungan ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh seorang Menlu Indonesia dalam kurun waktu 12 tahun terakhir, menandai komitmen berkelanjutan Indonesia untuk menjaga komunikasi tingkat tinggi dan mendorong kerja sama yang konstruktif dengan RRDK.

Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan bahwa kunjungan Menlu Sugiono dilakukan atas undangan resmi dari Menteri Luar Negeri RRDK, Choe Son Hui. Dalam pernyataan resminya, Kemlu RI menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi simbol penting dari hubungan diplomatik yang telah terjalin sejak tahun 1960-an, dilandasi semangat solidaritas dan saling menghormati antara kedua bangsa.

“Atas undangan Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK), Choe Son Hui, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, telah melakukan kunjungan resmi ke Pyongyang pada 10–11 Oktober 2025,” tulis Kementerian Luar Negeri.

Kunjungan terakhir Menlu RI ke Korea Utara tercatat pada tahun 2013. Dengan demikian, kehadiran Menlu Sugiono di Pyongyang menjadi momentum strategis untuk memperbarui dan memperdalam hubungan bilateral yang telah berlangsung lebih dari enam dekade.

“Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama Menteri Luar Negeri Indonesia ke RRDK dalam 12 tahun terakhir,” tulisnya.

Dalam pertemuan bilateral tanggal 11 Oktober, kedua Menteri Luar Negeri bertukar pandangan mengenai persahabatan yang telah terjalin lama antara Indonesia dan RRDK serta membahas upaya untuk semakin memperkuat kerja sama bilateral.

“Kedua pihak sepakat untuk menjajaki bidang-bidang kerja sama baru yang saling menguntungkan,” ujarnya.

Menlu Sugiono juga menegaskan kesiapan Indonesia untuk memfasilitasi keterlibatan yang lebih erat antara RRDK dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), termasuk melalui peningkatan partisipasi RRDK dalam mekanisme yang dipimpin ASEAN seperti ASEAN Regional Forum (ARF).

Salah satu hasil penting dari pertemuan tersebut adalah penandatanganan Pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pembentukan Konsultasi Bilateral. MoU ini akan menjadi wadah resmi untuk menjajaki potensi kerja sama di berbagai bidang diantaranya politik, sosial-budaya, teknis, dan olahraga.

Penandatanganan MoU ini menegaskan kembali komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan bilateral secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Dalam semangat memperkuat hubungan bilateral, kedua Menteri Luar Negeri menandatangani Pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pembentukan Konsultasi Bilateral. MoU tersebut akan menjadi wadah untuk menjajaki potensi kerja sama di berbagai bidang, termasuk politik, sosial-budaya, teknis, dan olahraga. Pembaruan MoU ini menegaskan kembali persahabatan yang telah terjalin lama serta komitmen kedua negara untuk terus memperdalam hubungan bilateral yang telah berlangsung lebih dari enam dekade,” jelasnya.

Memenuhi undangan Pemerintah RRDK, Menlu Sugiono pada malam sebelumnya juga telah menghadiri perayaan 80 tahun Partai Pekerja Korea.

“Hubungan diplomatik antara Indonesia dan RRDK telah terjalin sejak tahun 1960-an, dilandasi semangat solidaritas dan saling menghormati antara kedua pemimpin dan bangsa. Kunjungan terakhir Menteri Luar Negeri Indonesia ke RRDK dilakukan pada tahun 2013. Dengan demikian, kunjungan Menlu Sugiono ini menegaskan komitmen berkelanjutan Indonesia untuk mendorong keterlibatan dan kerja sama yang konstruktif dengan RRDK,” pungkasnya.

(*)

banner 325x300