ANALITIKNEWS.COM – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, bulan suci Ramadan, hingga Idulfitri, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting).
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Segiri pada Kamis (12/2/2026).
Dalam kunjungannya, ia meninjau langsung sejumlah komoditas utama seperti bawang merah, bawang putih, cabai, ikan, ayam, dan daging.
Selain berdialog dengan pedagang, Saefuddin juga memastikan harga jual di tingkat pasar tetap terkendali.
Hasil pantauan menunjukkan bahwa pasokan pangan di Samarinda dalam kondisi mencukupi dan relatif aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.
“Salah satunya, ada beberapa bapokting seperti bawang merah, bawang putih, cabai, ikan, ayam, dan daging. Dan itu semua insyaallah ketersediaan untuk menghadapi Imlek, puasa, Ramadan, dan Lebaran insyaallah aman,” ujarnya.
Fluktuasi Harga Masih Wajar
Meski demikian, ia mengakui adanya dinamika harga pada beberapa komoditas. Menurutnya, fluktuasi tersebut masih dalam batas wajar dan belum melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kaitannya dengan harga masih relatif amanlah. Memang ada harga yang naik sedikit, juga ada yang turun saat ini. Dari kunjungan pertama sampai sekarang ini, persiapan untuk menghadapi itu untuk bapokting aman,” tambah Saefuddin.
Ia menjelaskan, menjelang hari besar keagamaan, kenaikan permintaan biasanya terjadi secara bertahap. Kondisi ini kerap memicu penyesuaian harga di tingkat pasar. Namun, selama distribusi dan pasokan tetap lancar, lonjakan harga dinilai dapat dikendalikan.
Saefuddin juga memberi perhatian khusus pada kelancaran distribusi dari daerah produsen. Mengingat sebagian besar kebutuhan pokok di Samarinda masih didatangkan dari luar pulau, stabilitas produksi dan distribusi di daerah pemasok menjadi faktor krusial dalam menjaga harga tetap terkendali.
“Moga-moga ke depan kita menghadapi Imlek, puasa, dan Lebaran tidak ada peningkatan harga yang signifikan. Terus produksi di luar daerah bisa berjalan baik, seperti cabai dan komoditas lainnya,” katanya.
Menurut dia, koordinasi antara pemerintah daerah dengan distributor, agen, dan pelaku usaha terus diperkuat untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan. Pemerintah juga melakukan pemantauan rutin terhadap pergerakan harga di pasar-pasar tradisional.
Terkait kemungkinan intervensi melalui Operasi Pasar, Saefuddin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Samarinda tidak akan terburu-buru mengambil langkah tersebut selama kondisi harga masih stabil.
“Kita monitor terus perkembangan yang ada. Kalau memang nanti diperlukan operasi pasar, kita lakukan. Dalam waktu dekat memang sudah ada jadwal, tapi kita lihat dulu. Kalau pasarnya stabil, ngapain harus ada operasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, kebijakan operasi pasar akan menjadi opsi terakhir apabila ditemukan lonjakan harga yang tidak terkendali dan berpotensi memberatkan masyarakat.
Imbauan untuk Masyarakat
Dengan hasil tinjauan ini, Saefuddin mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Ia memastikan pemerintah terus bekerja menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat.
“Kami pastikan koordinasi berjalan dengan baik. Insyaallah kebutuhan pokok aman dan masyarakat bisa menjalankan ibadah serta merayakan hari besar dengan tenang,” ujarnya.
Pemantauan ketersediaan dan stabilitas harga bapokting ini akan terus dilakukan secara berkala hingga menjelang Idulfitri. Pemerintah berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menjaga stabilitas pangan serta mencegah gejolak harga di pasaran.
(*)










