Berita  

Dua Ancaman AI yang Harus Diwaspadai, Begini Kata Bos Google

ilustrasi kecerdasan buatan

ANALITIKNEWS.COM – Perkembangan pesat kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tengah menjadi sorotan global. Teknologi ini ibarat dua sisi mata uang, di satu sisi membawa berbagai kemajuan dan efisiensi, namun di sisi lain menyimpan potensi ancaman serius bagi umat manusia.

CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, mengungkapkan bahwa ancaman terbesar dari AI bukanlah soal hilangnya lapangan pekerjaan seperti yang banyak dikhawatirkan publik, melainkan soal siapa yang memiliki kendali atas teknologi ini dan bagaimana teknologi tersebut diatur.

Dalam pernyataannya, Hassabis menyoroti dua risiko utama yang dinilai sangat genting.

Pertama adalah kemungkinan AI jatuh ke tangan yang salah, seperti pihak yang tidak bertanggung jawab atau memiliki kepentingan destruktif.

Kedua, minimnya mekanisme pengendalian terhadap AI tingkat lanjut yang memiliki kemampuan untuk bertindak secara otonom, di luar kendali manusia.

“Kedua risiko tersebut penting dan menantang,” ujar Hassabis dikutip dari CNN.

Hassabis mewanti-wanti potensi penyalahgunaan Artificial intelligence yang dibuat setara kecerdasan manusia.

Oleh karena itu, Hassabis mendorong batasan terhadap sistem Kecerdasan buatan. 

Ia menekankan langkah ini penting untuk mencegah penyelewengan oleh orang jahat atau oknum tidak bertanggung jawab.

“Seseorang yang jahat bisa menggunakan teknologi yang sama (Kecerdasan buatan /AI) untuk tujuan merugikan,” wanti-wanti bos Google itu.

(*)

Exit mobile version