DPR Desak Kemenkes Perketat Pengawasan Kasus Superflu

Kasus Influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai superflu
Kasus Influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai superflu

ANALITIKNEWS.COM –  Lonjakan kasus Influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai superflu kembali menjadi sorotan setelah satu pasien di Bandung meninggal dunia.

Hal ini lantas mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini.

Ia mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperketat pengawasan penyebaran penyakit tersebut.

Yahya menegaskan bahwa kematian akibat superflu menunjukkan penyakit ini tidak bisa dianggap remeh, terutama bagi penderita komorbid.

“Karena itu, Kemenkes harus meningkatkan surveilans secara menyeluruh kepada seluruh warga, terutama di daerah-daerah yang sudah terjangkit,” kata Yahya dalam keterangannya, Selasa (13/1).

Ia menekankan agar Kemenkes memberikan peringatan jelas kepada masyarakat mengenai potensi dan bahaya superflu. Yahya juga menilai perlu adanya koreksi atas pernyataan Menteri Kesehatan yang sebelumnya menyebut superflu tidak berbahaya.

“Dengan bukti ada yang meninggal, superflu termasuk penyakit yang membahayakan,” tegasnya.

Politikus Golkar itu mendorong Kemenkes menyiapkan langkah antisipatif, mulai dari kesiapan rumah sakit, ketersediaan dokter spesialis, obat-obatan, hingga vaksin jika penyebaran superflu meluas ke berbagai daerah.

Selain itu, Yahya mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Ia mengimbau warga menjaga kebugaran tubuh dengan rutin berolahraga, menghindari kerumunan, serta menggunakan masker di tempat ramai.

Yahya juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman superflu.

“Pemda harus bersiap, termasuk menyiapkan rumah sakit bagi warganya yang terkena superflu,” katanya.

Menkes Sebut Superflu Tidak Berbahaya

Kasus superflu atau Influenza A H3N2 subclade K yang belakangan muncul di sejumlah daerah tidak menimbulkan ancaman pandemi mematikan seperti Covid-19.

Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin.

Ia memastikan hingga saat ini belum ada laporan kasus kematian akibat superflu.

“Belum ada laporan yangmeninggal karena, ini memang flu seperti yang biasa kita rasakan,” kata Budi saat meninjau RSUP Dr Sardjito, Sleman, DIY, Kamis (8/1).

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat mengenai tingkat kesembuhan pasien superflu. Budi menekankan bahwa superflu bukanlah penyakit baru yang asing bagi sistem imun manusia. Virus ini merupakan bagian dari influenza yang sudah dikenal selama puluhan tahun.

“Superflu ini sebenarnya influenza yang sudah lama ada virusnya, beda dengan Covid. Covid itu virus baru, jadi daya tahan tubuh kita belum ada karena enggak kenal,” ungkapnya.

Superflu Berbeda dengan Covid-19

Budi menjelaskan bahwa perbedaan mendasar antara superflu dan Covid-19 terletak pada sejarah virus dan imunitas manusia. Covid-19 muncul sebagai virus baru yang belum pernah dikenali tubuh manusia, sehingga menyebabkan daya tahan tubuh tidak siap menghadapi serangan. Kondisi itu membuat penyebaran Covid-19 begitu cepat dan mematikan pada awal pandemi.

Sebaliknya, superflu berasal dari virus influenza A H3N2 yang sudah lama beredar. Walaupun kini muncul varian baru, subclade K, masyarakat tetap memiliki imunitas dasar terhadap virus tersebut. “Cuma ini varian baru (dari Influenza A), kan teman-teman ingat kan Covid mulanya Alfa, terus ke Beta, ada Delta yang mematikan, terus ke Omicron. Nah, ini adalah varian K kalau nggak salah, clade K atau varian K dari H3N2,” sambung Budi.

Dengan penjelasan itu, Budi ingin menenangkan masyarakat agar tidak panik menghadapi superflu. Ia menegaskan bahwa kasus ini tidak sebanding dengan ancaman pandemi Covid-19 yang pernah melumpuhkan dunia.

Imbauan Menkes: Jaga Imunitas dan Terapkan Protokol Kesehatan

Menkes mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga imunitas tubuh sebagai pertahanan utama. Ia menekankan pentingnya pola hidup sehat agar tubuh mampu melawan infeksi influenza.

“Makan sehat, tidur dan olahraga cukup,” kata Budi, menjadi kunci menjaga imunitas tubuh apabila terkena superflu.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan sederhana. Rajin mencuci tangan dan memakai masker di tempat ramai menjadi langkah efektif mencegah penularan.

Budi menegaskan bahwa kebiasaan baik tersebut terbukti mampu menekan penyebaran berbagai penyakit menular, termasuk influenza.

(*)

Exit mobile version