ANALITIKNEWS.COM – Pembangunan Kota Samarinda tidak cukup jika hanya berorientasi pada fisik dan infrastruktur. Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan pentingnya pembangunan akhlak dan peradaban sebagai fondasi utama kemajuan daerah saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hidayatullah Kota Samarinda Tahun 2026, Sabtu (7/2/2026).
Forum tahunan ini menjadi momentum strategis bagi DPD Hidayatullah Samarinda untuk mengevaluasi program kerja sekaligus menyusun arah gerak organisasi agar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan visi pembangunan Kota Samarinda.
Pembangunan Kota Harus Seimbang antara Fisik dan Manusia
Dalam sambutannya, Saefuddin Zuhri menekankan bahwa indikator kemajuan kota tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Ia menilai kualitas sumber daya manusia, khususnya dari sisi akhlak, karakter, dan kepedulian sosial, memiliki peran yang sama pentingnya.
“Pembangunan yang berkelanjutan harus berjalan seiring antara kemajuan fisik dan pembangunan manusia. Kota akan maju apabila masyarakatnya memiliki karakter yang kuat, akhlak yang baik, serta kepedulian sosial yang tinggi,” ujar Saefuddin.
Ia menegaskan, pembangunan peradaban menjadi tanggung jawab bersama yang membutuhkan kontribusi aktif berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan.
Apresiasi Peran DPD Hidayatullah dalam Pembinaan Masyarakat
Saefuddin mengapresiasi konsistensi DPD Hidayatullah Samarinda dalam menjalankan peran dakwah, pendidikan, dan pembinaan masyarakat. Menurut dia, organisasi kemasyarakatan memiliki posisi strategis dalam membentuk nilai moral dan spiritual warga, terutama di tengah dinamika kehidupan perkotaan.
Keberadaan ormas keagamaan, kata Saefuddin, mampu menjangkau lapisan masyarakat hingga ke akar rumput dan berkontribusi langsung dalam penguatan karakter generasi muda serta ketahanan keluarga.
Pemkot Samarinda Buka Ruang Kolaborasi dengan Ormas DPD Hidayatullah
Lebih lanjut, Saefuddin menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Samarinda membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk DPD Hidayatullah. Sinergi ini penting untuk menjawab tantangan sosial yang tidak dapat pemerintah tangani secara mandiri.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan menjadi kunci penting. Tidak semua persoalan bisa diselesaikan pemerintah sendiri. Peran ormas sangat dibutuhkan untuk menjangkau masyarakat hingga ke akar rumput,” katanya.
Ia menyoroti sejumlah tantangan sosial yang memerlukan perhatian bersama, seperti pendidikan karakter generasi muda, penguatan nilai keagamaan, dan peningkatan kualitas kehidupan sosial masyarakat perkotaan.
Rakerda DPD Hidayatullah Jadi Forum Evaluasi dan Penyusunan Program Strategis
Rakerda DPD Hidayatullah Samarinda Tahun 2026 juga bertujuan sebagai forum evaluasi program kerja sebelumnya serta penyusunan agenda strategis organisasi ke depan. Berbagai program dakwah, pendidikan, dan sosial dibahas untuk disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta arah pembangunan Kota Samarinda.
Pimpinan DPD Hidayatullah Samarinda menyampaikan bahwa Rakerda sebagai forum musyawarah yang produktif dan solutif. Fokus utama pada penguatan peran organisasi dalam mencetak sumber daya manusia yang berilmu, berakhlak, dan peduli terhadap lingkungan sosial.
Penguatan Koordinasi Internal Demi Program Tepat Sasaran
Selain merumuskan program, Rakerda ini juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi antarbidang di tubuh organisasi. Evaluasi capaian sebelumnya jadi dasar untuk menyusun langkah-langkah strategis yang lebih efektif, realistis, dan berkelanjutan.
Harapannya program tidak hanya berdampak secara internal organisasi, tetapi juga memberi manfaat luas bagi masyarakat Kota Samarinda.
Pemerintah Kota Samarinda berharap Rakerda ini mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis yang memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah. Sinergi tersebut penting untuk mewujudkan Samarinda sebagai kota yang maju secara ekonomi, kuat dalam pembangunan infrastruktur, serta beradab dan berakhlak mulia.
(Redaksi)










