{"id":8269,"date":"2026-05-15T17:57:11","date_gmt":"2026-05-15T09:57:11","guid":{"rendered":"https:\/\/www.analitiknews.com\/?p=8269"},"modified":"2026-05-15T17:57:32","modified_gmt":"2026-05-15T09:57:32","slug":"di-forum-menlu-brics-sugiono-ajak-perkuat-perdamaian-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/di-forum-menlu-brics-sugiono-ajak-perkuat-perdamaian-dunia\/","title":{"rendered":"Di Forum Menlu BRICS, Sugiono Ajak Perkuat Perdamaian Dunia"},"content":{"rendered":"<div class=\"\" data-turn-id-container=\"cbe59c87-1579-466c-ba8d-e88589f4328b\" data-is-intersecting=\"true\">\n<div class=\"relative w-full overflow-visible\"><a href=\"http:\/\/ANALITIKNEWS.COM\"><strong>ANALITIKNEWS.COM<\/strong><\/a> &#8211; Menteri Luar Negeri Indonesia, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Sugiono menghadiri pertemuan menteri luar negeri (Menlu) negara-negara BRICS di New Delhi, India, Kamis (14\/5).<\/span><\/span><\/div>\n<\/div>\n<p>Dalam kesempatan ini, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Sugiono<\/span><\/span> mengajak negara-negara <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">BRICS<\/span><\/span> memperkuat peran dalam menjaga perdamaian dunia dengan menegakkan hukum internasional secara adil dan tanpa perlakuan berbeda terhadap negara tertentu.<\/p>\n<p data-start=\"329\" data-end=\"644\">Indonesia menyoroti situasi global yang semakin tidak menentu akibat konflik berkepanjangan, rivalitas geopolitik, hingga melemahnya kepercayaan terhadap sistem internasional.<\/p>\n<p data-start=\"646\" data-end=\"896\">Sugiono menilai dunia sedang menghadapi tantangan serius yang membutuhkan perubahan besar dalam tata kelola global.<\/p>\n<p data-start=\"646\" data-end=\"896\">Menurut dia, praktik tindakan sepihak dan penerapan hukum internasional yang tidak konsisten telah memperbesar ketegangan antarnegara.<\/p>\n<p data-start=\"898\" data-end=\"1126\">\u201cTindakan unilateral dan penerapan hukum internasional yang \u2018tebang pilih\u2019 semakin memperdalam ketidakpercayaan dan memperlebar ketidakseimbangan dalam tata kelola global,\u201d kata Sugiono di hadapan para menteri luar negeri BRICS.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1klf790\" data-start=\"1128\" data-end=\"1175\">BRICS Diminta Jadi Penggerak Keadilan Global<\/h3>\n<p data-start=\"1177\" data-end=\"1444\">Dalam pidatonya, Sugiono menyebut BRICS memiliki posisi penting sebagai kekuatan baru dari kawasan Global South.<\/p>\n<p data-start=\"1177\" data-end=\"1444\">Dengan pengaruh ekonomi dan politik yang terus berkembang, kelompok tersebut dinilai mampu mendorong terciptanya sistem internasional yang lebih seimbang.<\/p>\n<p data-start=\"1446\" data-end=\"1684\">Ia mengatakan negara-negara berkembang harus mengambil bagian lebih besar dalam menentukan arah kebijakan global.<\/p>\n<p data-start=\"1446\" data-end=\"1684\">Menurutnya, dunia membutuhkan tata kelola yang memberi ruang setara bagi semua negara, bukan hanya bagi negara-negara besar.<\/p>\n<p data-start=\"1686\" data-end=\"1871\">Sugiono menegaskan penegakan hukum internasional harus dilakukan secara konsisten tanpa pengecualian. Ia menilai seluruh negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum internasional.<\/p>\n<p data-start=\"1873\" data-end=\"2036\">\u201cDan ini dimulai dari penegakan hukum internasional secara adil, konsisten, dan tanpa standar ganda. Tidak ada satu negara pun yang berada di atas hukum,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p data-start=\"2038\" data-end=\"2200\">Indonesia juga mengingatkan bahwa penerapan hukum yang tidak seimbang dapat memicu krisis kemanusiaan lebih luas dan memperlemah legitimasi lembaga internasional.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"199opc3\" data-start=\"2202\" data-end=\"2253\">Indonesia Soroti Reformasi Lembaga Internasional<\/h3>\n<p data-start=\"2255\" data-end=\"2580\">Selain menyerukan keadilan global, Indonesia turut mendorong reformasi lembaga internasional agar lebih efektif dan bebas dari kepentingan politik tertentu.<\/p>\n<p data-start=\"2255\" data-end=\"2580\">Salah satu yang menjadi perhatian adalah perlindungan terhadap <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">International Court of Justice<\/span><\/span> agar tetap independen dalam menjalankan fungsi hukum internasional.<\/p>\n<p data-start=\"2582\" data-end=\"2767\">Indonesia juga meminta penguatan peran <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">United Nations Security Council<\/span><\/span> supaya lembaga tersebut mampu menjalankan mandat menjaga keamanan dan perdamaian dunia secara lebih optimal.<\/p>\n<p data-start=\"2769\" data-end=\"3038\">Sugiono menilai reformasi sistem global perlu dilakukan dengan mempertimbangkan potensi negara-negara berkembang yang selama ini belum mendapatkan representasi seimbang.<\/p>\n<p data-start=\"2769\" data-end=\"3038\">Ia menyebut Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi kekuatan penting di tingkat internasional.<\/p>\n<p data-start=\"3040\" data-end=\"3323\">\u201cSebagai contoh, kita merupakan negara dengan kekayaan alam dan sumber daya strategis, kemudian jumlah penduduk besar. Saya kira itu juga menjadi hal yang patut dijadikan pertimbangan untuk membuat RI jadi negara yang diperhitungkan di dalam tatanan global tersebut,\u201d ungkap Sugiono.<\/p>\n<p data-start=\"3325\" data-end=\"3518\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Melalui forum BRICS, Indonesia berupaya memperkuat posisi diplomatik sekaligus mendorong lahirnya sistem dunia yang lebih inklusif, adil, dan menghormati hukum internasional tanpa diskriminasi.<\/p>\n<p>(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANALITIKNEWS.COM &#8211; Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono menghadiri pertemuan menteri luar negeri (Menlu) negara-negara BRICS&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8270,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"googlesitekit_rrm_CAowhrbCDA:productID":"","kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[37],"tags":[1415,2915,1007],"newstopic":[],"class_list":["post-8269","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional","tag-brics","tag-menteri-luar-negeri-indonesia","tag-sugiono"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8269","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8269"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8269\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8271,"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8269\/revisions\/8271"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8270"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8269"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8269"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8269"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=8269"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}