{"id":7183,"date":"2026-02-03T15:45:50","date_gmt":"2026-02-03T07:45:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.analitiknews.com\/?p=7183"},"modified":"2026-02-03T15:45:50","modified_gmt":"2026-02-03T07:45:50","slug":"undang-pimpinan-ormas-islam-di-istana-prabowo-bahas-bop-bentukan-trump","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/undang-pimpinan-ormas-islam-di-istana-prabowo-bahas-bop-bentukan-trump\/","title":{"rendered":"Undang Pimpinan Ormas Islam di Istana, Prabowo Bahas BoP Bentukan Trump"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/ANALITIKNEWS.COM\"><strong>ANALITIKNEWS.COM<\/strong><\/a> &#8211; Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengundang pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (3\/2).<\/p>\n<p>Salah satu yang menjadi pembahasan dalam pertemuan ini adalah bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.<\/p>\n<p>Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis menyampaikan bahwa informasi yang ia terima memang mengarah pada pembahasan BoP.<\/p>\n<p>\u201cYang sampai ke saya tentang BoP,\u201d kata Cholil lewat pesan singkat, Selasa (3\/2).<\/p>\n<p>Hal senada datang dari oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Fahrur A. Rozi atau Gus Fahrur.<\/p>\n<p>Ia mengonfirmasi adanya undangan tersebut, namun mengaku belum mengetahui secara rinci agenda yang akan jadi pembahasan.<\/p>\n<p>\u201cKurang paham, mungkin sekitar polemik BoP Palestina,\u201d ujar Gus Fahrur.<\/p>\n<p>Pertemuan ini penting karena menyangkut dua isu besar. Pertama, posisi Indonesia dalam diplomasi global jika bergabung dengan BoP.<\/p>\n<p>Kedua, sikap Indonesia terhadap isu Palestina yang selama ini menjadi perhatian utama umat Islam di tanah air.<\/p>\n<h2 id=\"h-seskab-teddy-benarkan-bahas-bop\" class=\"wp-block-heading\">Seskab Teddy Benarkan Bahas BoP<\/h2>\n<p>Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membenarkan salah satu yang jadi pembahasan dalam pertemuan ini adalah soal Dewan Perdamaian atau Board of Peace bentukan Presiden AS Donald Trump.<\/p>\n<p>\u201cBapak Presiden nanti siang akan menerima beberapa tokoh pimpinan organisasi Islam, kemudian tokoh-tokoh Islam, kemudian juga beberapa pimpinan pondok pesantren dari beberapa daerah yang bisa hadir pada siang hari ini,\u201d kata Teddy Indra Wijaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3\/2\/2026).<\/p>\n<p>Teddy menjelaskan pertemuan dengan Ormas Islam ini rutin untuk menyampaikan sejumlah program dan capaian pemerintah. Dia mengatakan Prabowo juga akan membahas isu geopolitik terkini.<\/p>\n<p>\u201cKemudian juga tentunya kondisi dalam negeri dan di luar negeri. Itu kira-kira, nanti siang mungkin 3 sampai 4 jam,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Teddy menyebut bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace bentukan Trump juga akan dibahas. Dia mengatakan seluruh isu global akan turut dibahas oleh Prabowo.<\/p>\n<p>\u201cTentunya iya. Pasti semua akan dibahas, salah satunya tentang itu. Tadi saya bilang, bahas kondisi dalam negeri dan luar negeri,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Teddy menyebut ada sejumlah perwakilan Ormas Islam yang diundang. Dia mengatakan ada 40 hingga 50 perwakilan Ormas Islam yang akan hadir.<\/p>\n<p>\u201cHampir semua organisasi muslim, PBNU, Muhammadiyah, MUI, ada Persis, Syarikat Islam, kemudian tokoh-tokoh Ponpes dari Jawa Timur dan lain sebagainya. Nanti jumlahnya sekitar 40 sampai 50. Diskusi tentang ya, kondisi dalam negeri, luar negeri,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANALITIKNEWS.COM &#8211; Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengundang pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam ke Istana&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7184,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"googlesitekit_rrm_CAowhrbCDA:productID":"","kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2495,2496,50,298],"newstopic":[],"class_list":["post-7183","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-board-of-peace","tag-bop","tag-prabowo","tag-prabowo-subianto"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7183","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7183"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7183\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7185,"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7183\/revisions\/7185"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7184"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7183"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7183"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7183"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=7183"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}