{"id":3441,"date":"2025-01-11T08:58:19","date_gmt":"2025-01-11T08:58:19","guid":{"rendered":"https:\/\/analitiknews.com\/?p=3441"},"modified":"2025-01-11T08:58:19","modified_gmt":"2025-01-11T08:58:19","slug":"solusi-cerdas-atasi-banjir-di-damanhuri-kolam-retensi-jadi-jawaban-wali-kota-andi-harun-dan-pemprov-kaltim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/solusi-cerdas-atasi-banjir-di-damanhuri-kolam-retensi-jadi-jawaban-wali-kota-andi-harun-dan-pemprov-kaltim\/","title":{"rendered":"Solusi Cerdas Atasi Banjir di Damanhuri, Kolam Retensi Jadi Jawaban Wali Kota Andi Harun dan Pemprov Kaltim"},"content":{"rendered":"<p><strong>ANALITIKNEWS.COM<\/strong> &#8211; Kota Samarinda kini semakin fokus dalam menghadapi tantangan banjir yang sering melanda kawasan Damanhuri. Pemerintah Kota Samarinda bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) merancang sebuah solusi cerdas untuk mengatasi masalah ini, yakni pembangunan kolam retensi di Gang Ogok, Damanhuri.<\/p>\n<p>Kolam retensi ini diyakini dapat menjadi kunci dalam mengurangi dampak banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.<\/p>\n<p>Dengan luas lahan sekitar 12 hektar, area yang awalnya direncanakan untuk pembangunan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur, kini diusulkan untuk dibangun sebagai kolam retensi.<\/p>\n<p>Wali Kota Samarinda, Andi Harun, bersama Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, melakukan tinjauan langsung ke lokasi pada Sabtu (11\/1\/2025).<\/p>\n<p>Andi Harun menyampaikan bahwa kawasan ini memiliki potensi besar untuk dijadikan model penanggulangan banjir yang efektif dan berkelanjutan di masa depan.<\/p>\n<p>&#8220;Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi dan model ke depan. Dengan memanfaatkan lahan seluas 12 hektar ini, kami berharap kolam retensi dapat mengurangi genangan air dan menjaga kestabilan kawasan Damanhuri dari banjir,&#8221; ungkap Andi Harun dalam kunjungan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cMudah-mudahan ini bisa jadi model ke depan. Lahan seluas sekitar 12 hektar yang semula direncanakan untuk pembangunan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Timur, kini kami usulkan untuk dibuatkan\u00a0kolam retensi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Andi Harun\u00a0mengatakan bahwa langkah ini sangat relevan untuk mengatasi banjir jangka panjang, terutama mengingat semakin tingginya curah hujan yang terjadi setiap tahunnya.<\/p>\n<p>Kolam retensi\u00a0akan dibangun dengan tujuan untuk menampung air hujan yang turun dengan intensitas tinggi, sistem ini dirancang untuk menampung air terlebih dahulu sebelum disalurkan ke saluran drainase setelah hujan reda.<\/p>\n<p>\u201cPada saat hujan tinggi air akan diarahkan terlebih dahulu ke\u00a0kolam retensi. Setelah itu dengan sistem pompanisasi air akan dikeluarkan secara perlahan ke saluran drainase sehingga tidak terjadi penumpukan air di jalan dan pemukiman,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Lebioh lanjut,\u00a0Andi Harun\u00a0mengatakan pembangunan\u00a0kolam retensi\u00a0ini dipandang sebagai solusi teknis yang efektif mengingat pilihan lain seperti sistem kanalisasi atau reservoir basing sudah tidak memungkinkan lagi untuk diterapkan di kawasan ini. Selain itu, penataan dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) juga menjadi fokus utama dalam upaya penanggulangan banjir.<\/p>\n<p>\u201cTidak ada pilihan lain selain\u00a0kolam retensi, mengingat kawasan ini sudah penuh dengan pemukiman. Kami juga akan berkolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk pengelolaan DAS,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Andi Harun\u00a0juga menekankan pentingnya kerja sama dengan pemerintah provinsi, mengingat lahan yang akan digunakan untuk pembangunan\u00a0kolam retensi\u00a0adalah milik Pemprov Kalimantan Timur.<\/p>\n<p>\u201cKami sepakat dengan Pj Gubernur untuk membeli lahan tersebut agar pembangunan\u00a0kolam retensi\u00a0dapat segera dimulai tanpa perlu menunggu proses hibah yang memakan waktu,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Sementara itu,\u00a0Akmal Malik\u00a0menyambut baik usulan Wali Kota Samarinda tersebut.<\/p>\n<p>\u201cLahan milik Pemprov ini sangat potensial untuk dijadikan\u00a0kolam retensi\u00a0yang akan membantu mengurangi debit air yang mengalir ke kawasan Damanhuri dan sekitarnya,\u201d kata Akmal.<\/p>\n<p>Ia juga menambahkan bahwa di bagian bawah kawasan, akan dibangun\u00a0kolam retensi\u00a0tambahan untuk mengurangi aliran air yang melewati Sungai Pinang. Dengan adanya penyangga tambahan tersebut diharapkan masalah banjir di kawasan Damanhuri dan sekitarnya dapat teratasi secara lebih efektif.<\/p>\n<p>\u201cKolam retensi\u00a0yang dibangun di sini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek tetapi juga investasi jangka panjang untuk mencegah banjir berulang di masa depan. Tugas kami adalah memastikan masyarakat Damanhuri tidak lagi menghadapi banjir setiap tahun dan kami akan terus memaksimalkan potensi lahan yang ada untuk kepentingan bersama,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p><strong>(*)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANALITIKNEWS.COM &#8211; Kota Samarinda kini semakin fokus dalam menghadapi tantangan banjir yang sering melanda kawasan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3442,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"googlesitekit_rrm_CAowhrbCDA:productID":"","kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[54,82,1101,29],"newstopic":[],"class_list":["post-3441","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-akmal-malik","tag-andi-harun","tag-damanhuri","tag-samarinda"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3441","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3441"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3441\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3443,"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3441\/revisions\/3443"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3442"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3441"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3441"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3441"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.analitiknews.com\/amp\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=3441"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}