Amerika dan Inggris Kecam Serangan Rusia ke Ukraina di Hari Natal

Ilustrasi serangan rudal Rusia ke Ukraina
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Konflik antara Rusia dan Ukraina terus memanas hingga saat ini.

Terbaru, Rusia melancarkan serangan rudal ke ke jaringan listrik Ukraina pada hari natal.

banner 325x300

Serangan rudal dan drone ke jaringan listrik Ukraina adalah serangan besar ke-13 yang dilancarkan Rusia. Rusia menyebut lima orang di perbatasan Kursk dan Ossetia Utara tewas akibat serangan tersebut.

Dalam aksi serangan ini, Rusia melancarkan 170 rudal dan drone ke jaringan listrik Ukraina. Listrik di sejumlah wilayah terputus di sejumlah wilayah dan seorang pekerja tewas dalam serangan itu.

Aksi serangan yang dilancarkan Rusai ini mendapat kecaman dari Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

Biden menuding Rusia sengaja memutus akses warga Ukraina dari listrik dan penghangat.

“Tujuan serangan keterlaluan ini adalah memotong akses warga Ukraina terhadap panas dan listrik saat musim dingin dan untuk membahayakan keamanan jaringan listrik Ukraina,” kata Biden Rabu (25/12) dilansir dari CNNIndonesia.

Lebih lanjut Biden mengaku akan terus melanjutkan bantuan untuk pemeperkut posisi Ukraina. Ia bahkan mengaku telah memerintahkan Kementerian Pertahanan untuk melanjutkan pengiriman senjata ke Ukraina

“Saya telah memerintahkan Kementerian Pertahanan untuk melanjutkan pengiriman senjata ke Ukraina dan Amerika Serikat akan terus bekerja tanpa lelah memperkuat posisi Ukraina dalam pertahanan mereka menghadapi tentara Rusia,” ujae Biden.

Pernyataan serupa juga disampaikan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Dia mengutuk serangan Rusia terhadap Ukraina di hari natal.

“Saya memberi penghormatan terhadap ketangguhan masyarakat Ukraina dan kepemimpinan Presiden Zelensky dalam menghadapi serangan drone dan rudal dari mesin perang yang brutal dan berdarah milik Putin yang tak kenal jeda meski Natal,” ujar Starmer.

(*)

banner 325x300