ANALITIKNEWS.COM – Sejak kepindahannya dari Manchester City ke Chelsea pada 2022 lalu, Raheem Sterling masih dianggap belum memperlihatkan performa terbaiknya.
Situasi itu membuat masa depannya terus dispekulasikan.
Terutama di bursa transfer musim panas kali ini, hingga akhirnya Raheem Sterling sudah bergabung dengan Arsenal dengan status pinjaman dari Chelsea.
Ia sempat dikaitkan dengan Manchester United, dalam kesepakatan barter yang juga melibatkan Jadon Sancho.
Namun, pada prosesnya Sterling justru berlabuh di Arsenal.
Ia dilepas Chelsea dalam kesepakatan peminjaman selama satu musim ke depan.
Menurut jurnalis Ben Jacobs, ada tiga faktor utama di balik keputusan Raheem Sterling.
Disebutkan, ia memutuskan untuk bergabung dengan Arsenal yang pertama adalah Mikel Arteta.
Sosok yang merupakan manajer Arsenal itu diketahui pernah bekerja sama dengan Sterling saat mereka berdua masih di Manchester City.
Arteta rupanya meninggalkan kesan positif bagi Raheem Sterling.
“Kepindahan didorong oleh Mikel Arteta. Hubungan dengan Arteta,” sebut Jacobs.
Berbeda dengan Chelsea yang musim ini akan main di ajang Conference League, Arsenal bakal tampil di ajang tertinggi kompetisi antarklub Eropa yakni Liga Champions.
Fakta bahwa Arsenal, sebagaimana halnya Chelsea, berbasis di London turut mengindikasikan bahwa Raheem Sterling sudah cocok dengan kota tersebut sehingga enggan untuk pindah ke wilayah lain. (*)













