ANALITIKNEWS.COM – Upaya membuka jalur komunikasi langsung antara Rusia dan Ukraina kembali mengemuka setelah Presiden Rusia Vladimir Putin terbuka untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Moskow.
Putin menyatakan siap menjamin keselamatan Zelensky jika pemimpin Ukraina itu bersedia datang untuk membahas negosiasi damai.
Ajudan Kremlin, Yuri Ushakov, mengatakan Putin menyampaikan tawaran tersebut setelah menerima informasi bahwa Zelensky tertarik menggelar pembicaraan langsung.
Informasi itu berasal dari Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store dan Presiden Finlandia Alexander Stubb dalam percakapan telepon dengan Putin baru-baru ini.
Menurut Ushakov, Putin menegaskan Moskow siap menyediakan berbagai persyaratan yang diperlukan untuk memfasilitasi pertemuan tersebut, termasuk aspek keamanan.
“Bos kami menegaskan kembali bahwa jika Zelensky benar-benar ingin mengadakan negosiasi langsung, dia harus datang ke Moskow, di mana semua kondisi yang diperlukan, termasuk yang berkaitan dengan keselamatannya, akan disediakan untuknya,” kata Ushakov, seperti dikutip kantor berita Rusia, TASS, pada Selasa (27/10).
Meski demikian, tawaran tersebut belum memastikan pertemuan kedua pemimpin akan terlaksana. Kremlin masih menempatkan Moskow sebagai lokasi yang diusulkan untuk pembicaraan langsung itu.
Negosiasi Trilateral di Abu Dhabi Ikut Dibahas
Selain membicarakan kemungkinan pertemuan Putin dan Zelensky, percakapan telepon tersebut juga menyinggung kelanjutan negosiasi trilateral yang melibatkan Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat (AS).
Ushakov menjelaskan bahwa pembicaraan dengan Store dan Stubb terutama berfokus pada rencana melanjutkan perundingan trilateral di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab (UEA). Namun, ia menyebut sejumlah persoalan masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut sebelum perundingan dapat dilanjutkan.
“Ada banyak pertanyaan mengenai masalah ini dan permintaan klarifikasi dari pihak kami,” ujar Ushakov, seperti dilaporkan Anadolu.
Rusia Belum Bahas Perwakilan Eropa
Dalam kesempatan yang sama, Ushakov menegaskan bahwa Rusia belum membahas siapa yang akan mewakili negara-negara Eropa dalam negosiasi mengenai Ukraina. Menurut dia, penentuan perwakilan Eropa baru akan dipertimbangkan pada tahap berikutnya.
“Kami sama sekali tidak mempertimbangkan siapa yang mungkin mewakili Eropa, karena itu akan diputuskan pada tahap yang jauh kemudian,” katanya.
Ushakov menambahkan, percakapan telepon antara Putin, Store, dan Stubb berlangsung sekitar 90 menit. Ketiganya sepakat untuk kembali berkomunikasi apabila diperlukan.
“Menurut saya, percakapan telepon itu menyeluruh dan substansial,” ujar Ushakov.
(*)
