Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemkot Samarinda Perkuat Operasi Pasar

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy

ANALIITIKNEWS.COM – Pemerintah Kota Samarinda memperkuat strategi pengendalian inflasi dengan memperbanyak operasi pasar, menjaga kelancaran pasokan bahan pokok, dan memperluas kerja sama perdagangan antardaerah.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadapi daya beli masyarakat yang cenderung melemah di tengah dinamika ekonomi daerah.

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan pemerintah terus memantau pergerakan harga dan menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Perbanyak Operasi Pasar

Pemkot Samarinda menggandeng Bank Indonesia dalam pelaksanaan operasi pasar. Marnabas juga menginstruksikan Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan agar memperbanyak kegiatan serupa sehingga masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Kita sudah minta Dinas perdagangan kemudian Ketahanan Pangan untuk melakukan gerakan-gerakan operasi pasar. Itu yang kita lakukan,” ujarnya.

Menurut Marnabas, berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) turut memengaruhi perputaran uang di daerah.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan mencegah kenaikan harga barang.

Perkuat Pasokan Melalui Kerja Sama Antardaerah

Pemkot Samarinda memanfaatkan rapat evaluasi inflasi bersama Menteri Dalam Negeri setiap Senin untuk memantau komoditas yang tersedia melimpah di daerah lain.

Informasi tersebut menjadi dasar untuk mendorong kerja sama pasokan melalui Perumda Varia Niaga Samarinda.

“Jadi mereka misalnya kayak Sulawesi kelebihan cabai kirim sini, Jawa bawang merah khususnya. Kalau bawang putih kan banyak impor,” tuturnya.

Pemerintah juga mengajak pengelola ritel dan pasar modern memperluas jangkauan pasar demi menjaga ketersediaan barang.

Sementara itu, aplikasi e-TEPIan menyediakan data harga setiap hari pukul 11.00 Wita agar pemerintah dapat segera mengantisipasi perubahan harga maupun potensi kekurangan stok.

Pantau Daya Beli dan Bantu Petani

Marnabas menyebut penurunan daya beli lebih terasa pada barang konsumtif, seperti pakaian, sedangkan kebutuhan bahan pokok relatif stabil.

Meski demikian, pemerintah terus memantau perkembangan kondisi ekonomi masyarakat.

“Kami ini terus memantau, tapi kan naik turun juga, fluktuatif juga (daya beli masyarakat). Jadi kadang-kadang naik, kadang-kadang turun, dan ini kan berlaku, saya pantau sih hampir seluruh Indonesia gitu,” ungkapnya.

Selain mengendalikan inflasi, Pemkot Samarinda juga membantu petani menghadapi musim kemarau dengan menyalurkan mesin portabel untuk mengalirkan air ke sawah dan perkebunan.

“Ini juga kemarau ini kan kita pantau juga pertanian kita, makanya banyak dibantu mesin-mesin portable untuk mengaliri sawah, perkebunan,” pungkasnya.

Marnabas berharap kondisi ekonomi kembali membaik sehingga pemerintah dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas secara lebih optimal pada 2027.

“Mudah-mudahan di 2027 kita sudah bisa enjoy kembali sehingga kita bisa bekerja sesuai dengan apa yang kita harapkan,” harapnya.

(*)