ANALITIKNEWS.COM – Partai Golkar mengarahkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 pada kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, meminta seluruh pengurus dan kader di daerah menghindari acara mewah, termasuk penyelenggaraan kegiatan di hotel, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua Panitia HUT Golkar, Wihaji, mengatakan Bahlil telah memberikan instruksi agar seluruh rangkaian perayaan berlangsung sederhana. Arahan tersebut berlaku untuk semua kegiatan, termasuk acara puncak dan agenda formal partai.
“Pesan Ketua Umum, atas arahan Ketua Umum, seluruh rangkaian kegiatan ini nanti, termasuk puncaknya dan kegiatan formalnya, arahan beliau dilakukan dengan sederhana. Tidak boleh ada yang di hotel-hotel,” kata Wihaji di kantor DPP Golkar, Jakarta, Senin (19/10).
Golkar Perhatikan Kondisi Masyarakat
Wihaji mengatakan seluruh pengurus dan kader Golkar perlu memahami kondisi masyarakat saat ini, terutama ketika sejumlah daerah menghadapi bencana. Menurut dia, partai perlu menyesuaikan bentuk perayaan dengan situasi tersebut dan tidak mengedepankan kemewahan.
Golkar akan memulai rangkaian perayaan HUT ke-62 pada Oktober dan menggelar acara puncak pada November mendatang di Bandung, Jawa Barat. Panitia menyiapkan berbagai agenda sosial dan kegiatan yang melibatkan kader serta masyarakat.
Siapkan Kegiatan Sosial hingga Apel Akbar
Panitia menjadwalkan ziarah ke makam pahlawan di Kalibata dan donor darah pada 20 Oktober. Selanjutnya, Golkar akan menggelar pembagian sembako gratis pada 25 Oktober, sejumlah kompetisi olahraga, serta lomba pembuatan film pendek.
Pada acara puncak, Golkar akan menggelar apel akbar di Bandung dengan melibatkan puluhan ribu kader dari berbagai daerah.
“Apel akbarnya akan ada di Jawa Barat, tepatnya di Bandung, dengan melibatkan 62.000 massa kader-kader Golkar,” katanya.
Pengurus Daerah Diminta Kreatif
Wihaji menambahkan, panitia akan menyusun petunjuk teknis sebagai pedoman bagi pengurus Golkar di tingkat daerah dalam melaksanakan rangkaian perayaan HUT. Pedoman tersebut akan membantu pengurus kabupaten dan kota menyiapkan kegiatan sesuai kondisi wilayah masing-masing.
Meski memberikan keleluasaan kepada pengurus daerah untuk mengembangkan kegiatan, Wihaji menegaskan bahwa seluruh perayaan harus tetap mengutamakan kesederhanaan.
“Kita serahkan kepada masing-masing kabupaten/kota untuk bisa kreatif dan inovatif dalam rangka rangkaian kegiatan ini dengan catatan pesan Ketua Umum harus sederhana,” katanya.
(*)
